PT KAI Relokasi 100 KK Kampung Bandan ke Hunian Senen
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan relokasi sekitar 100 kepala keluarga dari Kampung Bandan ke Hunian Senen berkapasitas 324 unit di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Rencana relokasi dan kapasitas hunian
Hunian Senen berdiri di lahan seluas 1,61 hektare dengan total 324 unit. Saat ini 69 unit telah dihuni, dan giliran penerima manfaat berikutnya berasal dari kawasan Kampung Bandan.
Bobby menyebut ada sekitar 100 keluarga "Rumah Tanpa Matahari" di Kampung Bandan yang akan dipindahkan ke hunian tersebut. Setelah Kampung Bandan, relokasi selanjutnya menyasar warga bantaran rel Palmerah.
Proses relokasi dan respons warga
Bobby mengatakan proses relokasi berlangsung tanpa penolakan karena pemerintah menghadirkan solusi hunian pengganti. Ia menegaskan program ini bagian dari kebijakan untuk meningkatkan kualitas permukiman.
"Alhamdulillah, tidak ada warga yang protes. Mereka kita pindahkan ke tempat yang lebih layak,"
"Iya (kita pindahkan). Ini program kerakyatan kan,"
Fasilitas Hunian dan dukungan pemerintah
Menurut keterangan resmi, Hunian Senen dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, musala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain, dan area parkir. Pembangunan melibatkan sejumlah BUMN dan kontraktor.
"Luar biasa cepat kerjanya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat,"
Kepala BP BUMN menyatakan penghuni tidak dikenai biaya selama enam bulan pertama. Listrik dan air juga disediakan gratis pada tahap awal sebelum evaluasi pengelolaan.
"Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu,"
Program sosial dan keselamatan rel
Selain hunian, pemerintah memberikan kesempatan kerja bagi sebagian warga sebagai petugas kebersihan. Anak-anak keluarga relokasi didaftarkan ke program Sekolah Rakyat sesuai arahan Presiden.
"Ini perintah Presiden juga, 'Bob, kasih kerjaan'. Kita kasih kerjaan jadi petugas kebersihan. Kita namain mereka itu pejuang bersih,"
Bobby menekankan penataan permukiman bantaran rel bertujuan ganda: meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat yang selama ini kerap digusur tanpa solusi.
Dengan penataan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko gangguan keselamatan kereta di bantaran rel sekaligus memperbaiki kualitas hidup warga terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
United Tractors dan BNPB Latih Desa Siap Hadapi Bencana
United Tractors bersama BNPB menggelar pelatihan KATANA di Surabaya (22–26 Juni 2026) untuk membentuk kader...
Kapolri Lepas 80 Ton Pupuk Batu Bara untuk Petani Riau
Kapolri meninjau pabrik pupuk batu bara di Kampar dan melepas distribusi 80 ton pupuk Futuraplus Presisi unt...
Menag Dukung Kolaborasi PERADI dan 112 Kampus Perkuat Keadilan
Menag dukung kerja sama PERADI Profesional dengan 112 kampus untuk memperkuat ekosistem keadilan, ditandatan...
HKD 2026: Dukungan Nyata untuk Generasi Muda Berkeluarga
HKD 2026 fokus pada dukungan nyata bagi generasi muda agar mampu merencanakan keluarga secara bertanggung ja...
Dewas RRI Tekankan Internalisasi Renstra 2025–2029 ke Seluruh Satker
Dewas RRI mendorong internalisasi Renstra 2025–2029 hingga level satker lewat workshop 8 Juli 2026 untuk men...
Prabowo Peluk Hangat PM Modi di YIA Jelang Kepulangan
Presiden Prabowo mengantar dan memeluk PM Narendra Modi di YIA sebagai tanda perpisahan usai kunjungan keneg...