BRI Life Perkuat UMKM Sleman: Singkong Naik Kelas Jadi Mocaf
PT Asuransi BRI Life memperkuat pemberdayaan UMKM di Kalurahan Gayamharjo, Sleman, lewat Program CSR Tahap II yang berlangsung Maret–Mei 2026. Program itu fokus pada pengembangan usaha berbasis singkong untuk meningkatkan nilai tambah dan akses pasar lokal.
Program CSR dan tujuan
Program dijalankan bersama BRIRINS Institute dengan pendampingan menyeluruh. Kegiatan mencakup peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan pasar. BRI Life bertujuan melahirkan UMKM yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.
Pendampingan dan inovasi produk
Selama program, tim mendampingi Kelompok UMKM Monalisa dalam produksi, administrasi, dan strategi pemasaran. Hasil pendampingan adalah pengembangan produk baru: Pie Susu Kambing Mocaf yang menggunakan tepung mocaf dari singkong dan susu kambing lokal. Inovasi ini membuka peluang diversifikasi produk olahan singkong.
Dukungan sarana produksi dan proteksi
BRI Life menyediakan modernisasi fasilitas produksi untuk meningkatkan produktivitas. Bantuan berupa oven bertingkat, meja kerja stainless steel, dan perangkat digital untuk pencatatan usaha diberikan kepada kelompok. Selain itu, 30 anggota UMKM Monalisa menerima perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) serta edukasi literasi keuangan.
Kolaborasi dengan akademisi
Untuk menjaga kualitas bahan baku, program melibatkan pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pendampingan difokuskan pada pengendalian hama dan penyakit tanaman singkong sehingga pasokan bahan baku lebih andal.
Kata pelaku dan pihak terkait
"Program ini kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas usaha,"
kata Ade Nasution, Head of Corporate Secretary Division BRI Life. Pernyataan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata melalui pemberdayaan ekonomi.
Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, menyebut pendampingan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usaha dan memanfaatkan teknologi digital. Sementara Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, mengapresiasi konsistensi BRI Life yang dinilai sejalan dengan upaya daerah meningkatkan daya saing berbasis potensi lokal.
Prospek dan implikasi
Dengan dukungan teknologi, akses pasar, dan proteksi asuransi, UMKM berbasis singkong berpeluang naik kelas menjadi usaha bernilai tambah. Ke depan, keberlanjutan program diharapkan memperluas dampak ekonomi lokal dan menjadi model pemberdayaan berbasis potensi daerah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...