Ekonomi

OJK Perkuat Integritas Generasi Muda di Kuliah Umum PKN STAN

Bagikan:
Kuliah umum OJK di PKN STAN memperkuat integritas dan tata kelola generasi muda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)PKN STAN, Selasa, 7 Juli 2026. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menyampaikan pentingnya langkah ini untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah transformasi digital dan peningkatan kompleksitas risiko.

Inti pesan: tata kelola sebagai fondasi stabilitas

Sophia menegaskan bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi untuk mempertahankan kepercayaan publik. Ia menyatakan bahwa percepatan digitalisasi menuntut standar pengelolaan yang lebih adaptif dan akuntabel.

Ancaman dan kebutuhan resiliensi

Menurut Sophia, transformasi digital membuka peluang sekaligus memperbesar risiko, termasuk terkait teknologi, sumber daya manusia, dan proses bisnis. Risiko ini menuntut institusi keuangan meningkatkan kemampuan deteksi dan respons.

"Salah satu tantangan terbesar adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang semakin kompleks," ujarnya, Rabu 8 Juli 2026. "Organisasi harus membangun resilience atau kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman."

Dengan menekankan kata kunci seperti akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan, OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk memperkuat kontrol internal dan tata kelola risiko.

Roadshow Governansi dan peran generasi muda

Kuliah umum ini merupakan bagian dari Roadshow Governansi OJK yang menyasar mahasiswa di berbagai daerah. Acara di PKN STAN diikuti lebih dari 600 peserta luring dan daring. OJK berharap materi ini membentuk karakter generasi muda yang profesional dan berintegritas dalam sektor jasa keuangan.

Dampak dan tindak lanjut

Pesan OJK tidak hanya bersifat teoritis. Sophia menyebut tata kelola efektif dapat melindungi kepentingan pemangku kepentingan dan memperkuat daya tahan industri terhadap guncangan eksternal. Implementasi kebijakan dari level institusi hingga praktik operasional menjadi fokus tindak lanjut.

Pandangan OJK kepada mahasiswa juga menekankan pentingnya etika profesi dan peningkatan kompetensi digital. Langkah ini diharapkan memperkecil celah risiko ketika lulusan memasuki dunia kerja di sektor keuangan.

Dengan mempertemukan regulator dan calon tenaga profesional, OJK berharap tercipta ekosistem jasa keuangan yang lebih tangguh dan beretika di masa depan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait