FIFA Periksa Wasit Letexier Usai Argentina vs Mesir
Jakarta — FIFA membuka pemeriksaan terhadap keputusan wasit François Letexier setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir yang berakhir 3-2 untuk Argentina. Pemeriksaan dimulai menyusul protes resmi Federasi Sepak Bola Mesir atas pembatalan gol dan dugaan pelanggaran yang tidak diberi penalti pada menit-menit akhir pertandingan.
Alasan pemeriksaan
FIFA akan mengevaluasi beberapa keputusan kontroversial Letexier untuk menilai apakah diperlukan tindakan disipliner. Fokus utama adalah pembatalan gol kedua Mesir setelah tinjauan VAR dan keputusan wasit yang tidak memberikan penalti atas kontak terhadap Mohamed Salah pada akhir pertandingan.
Protes Mesir dan pernyataan pelatih
Federasi Sepak Bola Mesir mengajukan protes resmi ke FIFA menyusul kekalahan. Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, menyatakan kekecewaannya secara keras dan menilai keberpihakan wasit memengaruhi hasil laga.
"Kami tidak melihat ada rasa hormat atau "fair play","
"Seharusnya Mesir dapat hadiah penalti atas pelanggaran kepada Moh Salah yang dijatuhkan di kotak penalti. Seharusnya hal itu ditinjau melalui VAR, bahkan tidak diperiksa,"
"Gol kedua kami juga dianulir dengan alasan yang tidak jelas,"
"Setelah saya kembali ke rumah, saya tidak akan menonton Piala Dunia lagi, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini,"
Hassan juga memuji penampilan anak asuhnya yang sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kebobolan tiga gol.
Profil wasit dan catatan kontroversi
François Letexier, wasit asal Prancis, aktif memimpin pertandingan di kompetisi domestik sejak 2016 dan berlisensi FIFA sejak 2017. Dalam kariernya, ia beberapa kali menuai kritik atas keputusan di lapangan.
Salah satu insiden yang disebut dalam protes adalah keputusan Letexier saat memimpin pertandingan playoff yang melibatkan tim nasional Indonesia, ketika ia memberikan penalti ganda yang dinilai kontroversial.
Potensi sanksi dan langkah FIFA selanjutnya
Hingga kini FIFA belum merilis pernyataan resmi mengenai hasil evaluasi atau kemungkinan sanksi. Proses evaluasi internal biasanya mencakup penelaahan rekaman pertandingan, keputusan VAR, dan laporan petugas pertandingan.
Jika ditemukan pelanggaran standar kepemimpinan, FIFA dapat menjatuhkan tindakan disipliner berupa peringatan, pembekuan sementara, atau pencabutan lisensi wasit untuk kompetisi internasional.
Pemeriksaan ini menjadi sorotan karena melibatkan keputusan yang berdampak pada hasil pertandingan besar. Publik dan federasi terkait kini menunggu hasil evaluasi FIFA sebagai acuan untuk langkah selanjutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...