Buyung Ismu: Lawan Sudah Pelajari Argentina di Piala Dunia 2026
Argentina menghadapi tantangan baru di Piala Dunia 2026 karena lawan-lawannya kini lebih memahami cara menghadang permainan juara bertahan tersebut. Pengamat Buyung Ismu menilai tim asuhan Lionel Scaloni tidak menurun, melainkan lawan belajar menutup kekuatan Albiceleste sejak fase gugur.
Perjuangan Argentina di fase gugur
Perjalanan Argentina belum mulus saat memasuki fase gugur. Pertandingan 32 besar melawan debutan Cape Verde memaksa laga berlanjut ke extra time sebelum Albiceleste memastikan kemenangan setelah kerja keras menembus pertahanan lawan.
Di babak 16 besar, Argentina lagi-lagi dihadapkan pada situasi sulit melawan Mesir. Mereka sempat tertinggal 0-2, lalu melakukan kebangkitan untuk menang 3-2 dan melaju ke perempat final.
Analisis Buyung Ismu
Buyung Ismu, pengamat sepak bola dan legenda Timnas Indonesia era 1990-an, menilai performa Argentina tetap solid. Menurutnya, lawan kini sudah memetakan kekuatan dan kelemahan tim tersebut, sehingga pendekatan taktis berubah ketika menghadapi Albiceleste.
"Argentina bukan menurun, tetapi kekuatan dan kelemahan mereka sudah dipelajari lawan. Semua tim kini mengetahui cara menghambat permainan mereka,"
Buyung menjelaskan hampir semua tim lawan mengutamakan skema bertahan lalu mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu memaksa Argentina bekerja lebih keras untuk membuka ruang dan menciptakan peluang.
Cara Argentina merespons tekanan
Menurut Buyung, Argentina menggunakan pressing agresif sebagai respons setiap kehilangan bola. Serangan dibangun bergantian dari sisi lapangan dan jalur tengah untuk mengecoh pertahanan lawan yang rapat.
"Mereka langsung memberi tekanan ketika kehilangan bola. Cara itu membantu Argentina mematahkan pertahanan lawan yang bermain rapat,"
Selain itu, Buyung menyoroti peran pelatih dalam membaca perubahan taktik lawan. Penyesuaian strategi dianggap menjadi kunci agar produktivitas serangan tetap terjaga sepanjang fase gugur.
"Pelatih Argentina mampu mengantisipasi strategi lawan. Itu membuat permainan mereka kembali lebih produktif,"
Prakiraan menjelang perempat final
Menghadapi Swiss di perempat final, Buyung memperkirakan laga akan berlangsung ketat. Ia memperingatkan bahwa wakil Eropa cenderung mengedepankan organisasi pertahanan yang disiplin, kemungkinan menerapkan pertahanan rendah untuk meredam kreativitas Argentina.
Situasi tersebut menuntut Argentina lebih sabar dalam membangun serangan dan menjaga efektivitas penyelesaian akhir. Buyung optimistis pengalaman pemain bisa menjadi modal penting bagi Albiceleste menghadapi tekanan Swiss.
Dengan adaptasi taktik dan ketajaman penyelesaian akhir sebagai kunci, Argentina masih berpeluang melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 jika mampu mempertahankan ritme permainan dan respons taktis terhadap variasi strategi lawan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Era Baru Liverpool: Iraola Pimpin Latihan Perdana 8 Juli 2026
Andoni Iraola memimpin latihan pramusim Liverpool pada 8 Juli 2026 di AXA training center, memantau pemain b...
Brunson Pulih Usai Operasi, Siap Kembali Musim Panas
Jalen Brunson pulih usai operasi pergelangan tangan kiri dan diperkirakan siap kembali pada musim panas; Kni...
Persib Mulai Persiapan Musim 2026/27, Latihan Perdana 11 Juli
Persib Bandung memulai persiapan musim 2026/27; latihan perdana diprogram Sabtu, 11 Juli 2026. Semua pemain...
Liam Rosenior Jadi Manajer Paris FC hingga 2028
Paris FC menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer hingga Juni 2028; ia mulai 9 Juli 2026 setelah pengalaman si...
Menpora Apresiasi Festival Grassroot U-10 U-12 Piala Presiden
Menpora Erick Thohir mengapresiasi Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di JEC Soccer Field, Bant...
Bobrovsky Senang Direkrut Toronto Maple Leafs, Kontrak 3 Tahun
Sergei Bobrovsky resmi bergabung dengan Toronto Maple Leafs lewat kontrak tiga tahun dan berjanji membantu t...