OJK Setujui Penggabungan Delapan BPR ke BPR Pusaka Dana
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) ke dalam PT BPR Pusaka Dana melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-48/D.03/2026 tanggal 1 Juli 2026. Keputusan ini diumumkan sebagai langkah memperkuat konsolidasi industri BPR dan meningkatkan struktur permodalan.
Detail BPR yang bergabung
Delapan BPR resmi digabung ke dalam PT BPR Pusaka Dana. Penggabungan mencakup BPR dari beberapa provinsi yang bertujuan memperluas jaringan layanan.
- PT BPR Lambang Ganda
- PT BPR Tutur Ganda
- PT BPR Sungkunandhana
- PT BPR Persada Ganda
- PT BPR Ihuthan Ganda
- PT BPR Sapadhana
- PT BPR Padat Ganda
- PT BPR Ulintha Ganda
Dasar regulasi dan tujuan konsolidasi
Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, menyatakan penggabungan ini merupakan implementasi Peraturan OJK Nomor 7 Tahun 2024. Menurutnya, konsolidasi dipilih untuk memperkuat ketahanan industri BPR secara keseluruhan.
Ini merupakan bentuk nyata penguatan struktur industri BPR, dan OJK akan terus mengawasi agar proses integrasi pascapenggabungan berjalan efektif. — Adi Dharma
Dampak yang diharapkan
OJK berharap hasil penggabungan mampu meningkatkan kapasitas permodalan dan memperluas jaringan layanan. Selain itu, langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing BPR dalam memberikan layanan berkualitas.
Adi Dharma menekankan bahwa keberhasilan konsolidasi tidak hanya soal administrasi. Bank hasil penggabungan harus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kualitas sumber daya manusia, dan layanan nasabah.
Jangkauan operasional dan roadmap
PT BPR Pusaka Dana diperkirakan akan memiliki jaringan operasional yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penggabungan ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR-BPRS 2024-2027 sebagai kerangka kebijakan nasional.
OJK menegaskan akan melakukan pengawasan intensif selama proses integrasi. Dengan pengawasan dan perbaikan tata kelola, konsolidasi diharapkan menghasilkan BPR yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...