Nasional

HKD 2026: Dukungan Nyata untuk Generasi Muda Berkeluarga

Bagikan:
Konferensi pers HKD 2026 tentang dukungan bagi generasi muda di Jakarta

Wamenbukbangga/BKKBN Isyana Bagoes Oka menegaskan dukungan nyata bagi generasi muda menjadi fokus peringatan Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026 bersama UNFPA. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026, terkait pentingnya ekosistem yang memungkinkan generasi muda merencanakan keluarga secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.

Fokus kebijakan dan langkah pemerintah

Pemerintah mengarahkan kebijakan pada peningkatan akses pendidikan, lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi bagi generasi muda membangun keluarga. Langkah ini tertuang dalam Peta Jalan Pembangunan Kependudukan yang menempatkan penduduk sebagai subjek utama pembangunan nasional berkelanjutan.

Upaya kebijakan lintas sektor tersebut diharapkan menciptakan kondisi ekonomi dan sosial yang mendukung keputusan berkeluarga bagi kaum muda.

Generasi muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan tetapi mitra utama dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Mereka membawa harapan besar sehingga perlu didukung kebijakan inklusif.

Temuan survei dan kendala utama

Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menekankan bahwa keputusan membangun keluarga dipengaruhi kondisi sosial ekonomi dan lingkungan. UNFPA mengutip hasil Survei Demographic Futures yang menunjukkan banyak responden muda tetap ingin berkeluarga namun menghadapi kendala ekonomi, pekerjaan, dan akses perumahan layak.

Banyak generasi muda tetap ingin berkeluarga namun membutuhkan dukungan nyata.

Hassan menambahkan bahwa penurunan angka kelahiran bukan berarti generasi muda tidak ingin berkeluarga, melainkan menunjukkan adanya tantangan struktural. Oleh karena itu, investasi jangka panjang diperlukan untuk menciptakan stabilitas bagi generasi muda dalam merencanakan kehidupan keluarga.

Suara pemangku kepentingan dan tingkat daerah

Depdalduk Kemendukbangga, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyatakan pembangunan kependudukan harus memastikan kesempatan setara bagi generasi muda. Ia menekankan perlunya kebijakan terintegrasi yang menjawab kebutuhan anak muda secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Generasi muda bukan hanya pemimpin masa depan tetapi juga penggerak perubahan saat ini dalam pembangunan kependudukan nasional.

Di tingkat daerah, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengaitkan nilai keluarga dengan sejarah perjuangan bangsa dan simbol Monumen Yogya Kembali. Ia melihat semangat kebersamaan itu relevan untuk membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan manusia.

Momentum global dan harapan ke depan

Peringatan HKD 2026 menjadi momentum kolaborasi global untuk memperkuat dukungan terhadap generasi muda. Pemerintah dan UNFPA mendorong kebijakan inklusif agar kaum muda dapat merencanakan masa depan keluarga secara berkelanjutan.

Isyana berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat sehingga setiap generasi muda memiliki kesempatan setara menuju Indonesia Emas 2045.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait