Dirut RRI: Renstra 2025–2029 Harus Diimplementasikan, Bukan Dokumen
Direktur Utama RRI I Hendrasmo menegaskan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 harus diimplementasikan secara nyata, tidak cukup berhenti sebagai dokumen administratif. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Workshop Implementasi Renstra 2025–2029 dan Evaluasi Kinerja Semester I 2026 di Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juli 2026. Hendrasmo menyatakan implementasi diperlukan agar transformasi organisasi berjalan efektif di seluruh satuan kerja.
Renstra harus diterjemahkan ke tindakan
Hendrasmo menekankan bahwa keberhasilan transformasi organisasi bergantung pada implementasi strategis di lapangan. Ia mengingatkan agar Renstra tidak hanya tampak baik di atas kertas, tetapi menghasilkan perubahan operasional yang terukur.
Menurutnya, setiap satuan kerja wajib menerjemahkan arah strategis menjadi rencana kerja konkret dan indikator pelaksanaan. Tanpa itu, dokumen strategis berisiko menjadi kumpulan tujuan tanpa tindakan.
Kepemimpinan sebagai penggerak utama
Pelaksanaan Renstra, ujar Hendrasmo, membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh insan RRI secara masif. Kepemimpinan itu harus bersifat mengajak, merangkul, dan mengoordinasi agar strategi terlaksana secara bersama-sama.
Kita tidak ingin Renstra ini hanya indah di atas kertas atau sekadar menjadi dokumen administratif. Implementasi menuntut kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi secara masif
Ia juga menekankan bahwa pemahaman peran dan tanggung jawab setiap pegawai penting untuk mencapai visi organisasi. Fondasi tersebut dibutuhkan supaya strategi dilaksanakan konsisten di seluruh unit kerja.
Perubahan pola pikir dan kebiasaan organisasi
Hendrasmo mengajak seluruh insan RRI mengubah pola pikir agar tidak terjebak praktik lama. Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang konsisten dan pelembagaan langkah strategis menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dengan demikian, nilai-nilai baru dan proses kerja yang diinginkan akan menjadi bagian dari rutinitas organisasi, bukan inisiatif sekali waktu.
Integrasi nilai kebangsaan dan target 2045
Hendrasmo menyatakan Renstra perlu mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat posisi RRI sebagai media terpercaya dan relevan. Tujuannya, kata dia, agar RRI lebih berdampak dalam mendukung Indonesia Maju menuju 2045 melalui layanan berkualitas.
Workshop untuk menyamakan persepsi
Direktur Keuangan RRI, Muhamad Fauzan, menjelaskan bahwa tujuan workshop adalah menyamakan persepsi implementasi Renstra di seluruh satuan kerja. Forum ini juga menghadirkan diskusi kelompok untuk merumuskan langkah implementasi yang konkret.
Workshop ini menjadi wadah untuk menyelaraskan langkah. Kami menyiapkan agenda yang difokuskan agar hasil diskusi nantinya dapat menjadi panduan operasional
Fauzan bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan dan berharap hasil workshop menjadi panduan operasional yang jelas bagi setiap unit kerja.
Dengan rangkaian langkah tersebut, RRI berupaya memastikan Renstra 2025–2029 menjadi panduan nyata dalam transformasi, bukan sekadar dokumen administratif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...