Katedral Jakarta Gelar Misa Arwah untuk Korban Gempa Venezuela
Gereja Katedral Jakarta menggelar misa arwah pada Rabu, 8 Juli 2026, untuk mendoakan korban gempa bumi besar di Venezuela yang dilaporkan menewaskan sekitar 3.000–4.000 orang. Acara diadakan sebagai bentuk solidaritas internasional dan keprihatinan atas penderitaan para korban.
Misa sebagai wujud solidaritas
Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adi Prasojo Pr, mengatakan misa tersebut merupakan respons atas permintaan pihak Venezuela melalui perwakilan Takhta Suci Vatikan. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian umat Katolik terhadap sesama yang menderita tanpa memandang batas negara.
"Inisiatif misa peringatan berasal dari Dubes Venezuela, Enrique Antonio Acuña Mendoza melalui perwakilan Takhta Suci Vatikan kepada KAJ. Kami bersama Kardinal Ignatius Suharyo menyambut baik permintaan tersebut sebagai bentuk persaudaraan kemanusiaan,"
Pelaksanaan dan pimpinan ibadah
Misa arwah dipimpin oleh Pelaksana Dubes Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Michael Andrew Pawlowicz, dengan kehadiran Kardinal Ignatius Suharyo dan sejumlah imam dari Keuskupan Agung Jakarta. Keuskupan mengajak seluruh umat untuk turut berdoa bagi korban dan keluarga terdampak.
"Sebagai orang beriman, kami mengantar doa bagi saudara-saudari yang menderita dan telah meninggal dunia akibat bencana,"
Doa untuk korban di seluruh dunia
Romo Adi juga menekankan bahwa doa bersama tidak hanya ditujukan bagi Venezuela. Ia menyatakan bahwa semangat kemanusiaan harus diwujudkan lewat perhatian, doa, dan dukungan praktis kepada para penyintas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejumlah umat Katolik saat menghadiri misa arwah untuk para korban gempa bumi di Venezuela, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026.
Data penanganan darurat di Venezuela
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan update penanganan darurat. Pemerintah melaporkan bantuan kemanusiaan telah diberikan kepada puluhan ribu keluarga dan operasi penyelamatan terus berlangsung.
"Sebanyak 86.794 keluarga telah menerima bantuan kemanusiaan sejak bencana terjadi. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari lokasi terdampak. Sedikitnya 856 bangunan mengalami kerusakan, sedangkan 190 bangunan lainnya runtuh akibat guncangan gempa,"
Harapan dan implikasi
Keuskupan berharap doa dan solidaritas ini memberi penghiburan bagi keluarga korban dan memperkuat rasa persaudaraan antarbangsa dalam menghadapi bencana. Selain doa, perhatian terhadap penyintas dalam bentuk bantuan praktis juga dianggap penting untuk pemulihan jangka panjang.
Gereja mendorong masyarakat untuk terus menumbuhkan nilai kemanusiaan sebagai kekuatan bersama saat menghadapi musibah global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KLH Targetkan PSEL Selesaikan Sampah di 60–70 Kabupaten/Kota
KLH menargetkan PSEL menyelesaikan persoalan sampah di 60–70 kabupaten/kota melalui 34 aglomerasi; proyek pe...
Dirut RRI: Renstra 2025–2029 Harus Diimplementasikan, Bukan Dokumen
Dirut RRI I Hendrasmo meminta Renstra 2025–2029 diimplementasikan nyata, bukan sekadar dokumen administratif...
PMII Jakarta Pusat Luncurkan Green Movement Hadapi Krisis Iklim
PMII Jakarta Pusat meluncurkan Green Movement 8 Juli 2026 dengan aksi penanaman pohon di Rusun Aspol Menteng...
Jakarta Tuan Rumah FAPC 2026, Tampilkan Wajah Toleransi
Jakarta jadi tuan rumah FAPC 20–26 Juli 2026; acara dipakai untuk menampilkan toleransi dan memperkuat diplo...
Prabowo Sambut Kesepakatan Restorasi Candi Prambanan dengan India
Presiden Prabowo menyambut kesepakatan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Indonesia dan India yang te...
Kakorlantas: Kolaborasi Semua Pihak Kunci Kamseltibcarlantas
Kakorlantas Irjen Pol. Wibowo menegaskan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan penting untuk mewujudkan Ka...