PMII Jakarta Pusat Luncurkan Green Movement Hadapi Krisis Iklim
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jakarta Pusat meluncurkan Green Movement pada Rabu, 8 Juli 2026, sebagai respons konkret terhadap krisis iklim. Peluncuran yang berlangsung di kawasan Rusun Aspol Menteng itu dimulai dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol tanggung jawab kolektif dan langkah awal program lingkungan.
Peluncuran dan aksi lapangan
Ketua PC PMII Jakarta Pusat, Mu’ammar Rizal Fauzi atau yang disapa Amar, mengatakan perubahan iklim sudah berdampak pada kehidupan masyarakat. Dampak itu tampak dari banjir, polusi udara, cuaca ekstrem, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau.
"Green Movement adalah komitmen nyata kader PMII untuk hadir di tengah krisis iklim melalui tindakan konkret. Menanam pohon berarti menanam masa depan,"
Aksi penanaman pohon di Rusun Aspol Menteng menjadi penanda awal gerakan. Menurut Amar, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Program dan kolaborasi
Pengurus PC PMII merencanakan rangkaian program jangka pendek dan menengah. Program itu dirancang untuk mendorong keterlibatan mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi praktis.
- Penanaman pohon di kawasan perkotaan;
- Edukasi lingkungan untuk warga dan mahasiswa;
- Kampanye pengurangan emisi karbon;
- Kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha.
Amar berharap gerakan ini mendorong mahasiswa tidak hanya kritis, tetapi juga bertindak langsung menyelesaikan persoalan ekologis.
Dampak sosial dan tata kelola lahan
PMII menekankan bahwa kerusakan lingkungan memperbesar ketimpangan sosial. Kelompok rentan kerap menjadi paling terdampak saat banjir, polusi, atau kekeringan terjadi.
"Merawat bumi bukan sekadar kepedulian lingkungan. Namun ini bagian dari ibadah, tanggung jawab kebangsaan, dan pengabdian kepada kemanusiaan,"
Selain aspek lingkungan, gerakan ini ingin menunjukkan bahwa pemulihan lahan dapat memberi dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Respons pemerintah
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan paradigma pemulihan lingkungan harus melampaui kegiatan menanam pohon. Pada peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, ia menekankan pentingnya menjadikan rehabilitasi lahan sebagai gerakan sosial.
"Inilah semangat yang ingin terus kita bangun, bahwa pemulihan lahan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menumbuhkan kepedulian. Sebab pada akhirnya, lahan yang sehat akan menghadirkan lingkungan yang sehat, ekonomi yang kuat, dan kehidupan yang lebih baik,"
PMII Jakarta Pusat berencana melanjutkan kegiatan lanjutan sesuai program yang diumumkan dan membuka ruang kolaborasi untuk memperluas jangkauan dampak. Gerakan ini bertujuan memadukan aksi lapangan, pendidikan, dan sinergi antarpemangku kepentingan demi lingkungan yang lebih sehat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sejarah Pos Indonesia: Dari Batavia 1746 hingga Jaringan 24 Ribu Titik
Pos Indonesia diperingati setiap 26 Agustus, menandai kantor pos pertama di Batavia (1746) dan perkembangan...
Fahira Ungkap 6 Urgensi RUU Perampasan Aset
Fahira Idris sebut enam urgensi percepatan RUU Perampasan Aset; target pengesahan Desember 2026 untuk perkua...
Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Kehormatan
Presiden Prabowo menyebut pimpinan Danantara layak mendapat bintang kehormatan karena berhasil menekan keboc...
Maulid Nabi 1448 H: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Maulid Nabi 1448 H pada 25 Agustus 2026 dijadikan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meneladani...
Prabowo Jadikan PLTS 100 GWp Pilar Kemandirian Energi
Presiden Prabowo luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali sebagai langkah kemandirian energi, dipadukan dengan...
PU Kerahkan Pompa dan Air Tangani Karhutla di Kalteng & Malut
Kementerian PU mengerahkan pompa, personel, dan pasokan air untuk memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah d...