Kakorlantas: Kolaborasi Semua Pihak Kunci Kamseltibcarlantas
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menegaskan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 8 Juli 2026, sebagai respons atas kompleksitas persoalan lalu lintas yang tak dapat ditangani sendiri oleh fungsi lalu lintas.
Kebutuhan kolaborasi lintas sektor
Wibowo menilai penyelesaian masalah lalu lintas membutuhkan keterlibatan pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Menurutnya, peran fungsi lalu lintas saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang bersifat multidimensional.
"Kita tidak akan bisa bekerja sendiri dalam mengelola lalu lintas. Seluruh pemangku kepentingan harus terlibat mewujudkan keselamatan bersama,"
Pernyataan ini menempatkan sinergi sebagai unsur utama dalam strategi Kamseltibcarlantas. Wibowo merangkum semangat kerja bersama itu dalam tagline 'Semua Karena Kita'.
Penguatan koordinasi di daerah
Untuk mengimplementasikan sinergi, Wibowo meminta seluruh jajaran memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa komunikasi yang intensif akan meningkatkan kualitas pelayanan lalu lintas.
Menurutnya, tanpa komunikasi yang baik akan terjadi kesenjangan pelaksanaan antara fungsi lalu lintas dan pemangku kepentingan lokal. Kesenjangan tersebut berpotensi menurunkan efektivitas penyelenggaraan lalu lintas.
"Lakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Komunikasi yang baik akan menghasilkan pelayanan yang semakin baik,"
Profesionalisme dan integritas personel
Selain menuntut sinergi, Wibowo mengajak seluruh personel Korps Lalu Lintas menjaga marwah institusi. Ia meminta anggota bertugas secara profesional, tulus, dan penuh integritas untuk menjaga kepercayaan publik.
Wibowo juga mengingatkan agar semua anggota meninggalkan segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Langkah ini dianggap penting untuk memperbaiki citra dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Dengan penekanan pada kolaborasi, koordinasi, dan integritas, Kakorlantas berharap penyelenggaraan Kamseltibcarlantas menjadi lebih optimal. Ke depan, sinergi antar-pemangku kepentingan akan menjadi fokus pelaksanaan kebijakan lalu lintas di daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KLH Targetkan PSEL Selesaikan Sampah di 60–70 Kabupaten/Kota
KLH menargetkan PSEL menyelesaikan persoalan sampah di 60–70 kabupaten/kota melalui 34 aglomerasi; proyek pe...
Dirut RRI: Renstra 2025–2029 Harus Diimplementasikan, Bukan Dokumen
Dirut RRI I Hendrasmo meminta Renstra 2025–2029 diimplementasikan nyata, bukan sekadar dokumen administratif...
PMII Jakarta Pusat Luncurkan Green Movement Hadapi Krisis Iklim
PMII Jakarta Pusat meluncurkan Green Movement 8 Juli 2026 dengan aksi penanaman pohon di Rusun Aspol Menteng...
Jakarta Tuan Rumah FAPC 2026, Tampilkan Wajah Toleransi
Jakarta jadi tuan rumah FAPC 20–26 Juli 2026; acara dipakai untuk menampilkan toleransi dan memperkuat diplo...
Prabowo Sambut Kesepakatan Restorasi Candi Prambanan dengan India
Presiden Prabowo menyambut kesepakatan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Indonesia dan India yang te...
Katedral Jakarta Gelar Misa Arwah untuk Korban Gempa Venezuela
Gereja Katedral Jakarta menggelar misa arwah 8 Juli 2026 untuk korban gempa Venezuela sebagai bentuk solidar...