Lokal

Rektor ULB Jadi Presidium MW KAHMI Sumut 2026-2031

Bagikan:
Prof Ade Parlaungan Nasution menerima mandat presidium KAHMI Sumut

RANTAU PRAPAT – Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB), Prof. Ade Parlaungan Nasution Ph.D, menerima mandat sebagai salah satu presidium MW KAHMI Sumatera Utara (Sumut) periode 2026-2031. Mandat itu diterima setelah forum Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Sumut yang berlangsung pada 8-10 Mei 2026 di Parapat, Simalungun.

Proses pengangkatan

Ade mendapat mandat setelah Sugiat Santoso, yang semula terpilih sebagai presidium, menyatakan pengunduran diri. Karena Ade menempati urutan suara terbanyak berikutnya, ia menggantikan posisi Sugiat dalam daftar tujuh presidium terpilih.

Dalam keterangannya pada Selasa, 19 Mei, Ade menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada pimpinan sidang, peserta, serta panitia Muswil VII KAHMI Sumut atas kepercayaan ini.

Respons dan penghargaan

"Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada pimpinan sidang, presidium terpilih, peserta dan panitia Muswil VII KAHMI Sumut, para pendahulu, senior dan tokoh yang telah mempercayakan satu mandat kepemimpinan dalam forum Muswil KAHMI ini,"

Ade juga memberi penghargaan khusus kepada Sugiat Santoso atas proses pemilihan yang telah dilalui. Ia menegaskan pengunduran diri Sugiat adalah keputusan pribadi dan profesional yang dihormati oleh organisasi.

Komitmen kepemimpinan

Ade menegaskan ia menerima mandat dengan penuh rasa tanggung jawab. Bagi Ade, posisi ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah kolektif untuk kepentingan kebersamaan KAHMI dan masyarakat Sumut.

"Saya akan menerima tugas dengan penuh tanggung jawab. Saya tidak melihat ini sebagai kemenangan pribadi, tetapi sebagai amanah kolektif yang harus diemban dengan jujur, terbuka, dan selalu berpijak pada kepentingan kebersamaan KAHMI serta masyarakat Sumatera Utara,"

Tiga prioritas kerja

Dalam keterangannya, Ade memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus kepemimpinannya:

  1. Kesinambungan dan stabilitas organisasi: Program kaderisasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat akan dilanjutkan tanpa putus.
  2. Kolaborasi dan keterbukaan: KAHMI akan menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, dan elemen bangsa lainnya.
  3. Kontrol dan akuntabilitas: Kepemimpinan berkomitmen menjaga sikap rendah hati, transparansi pengelolaan sumber daya, serta keterbukaan terhadap kritik konstruktif.

Keterbukaan terhadap publik dan media

Ade menyatakan terbuka untuk dikontrol dan dikritik. Ia memandang kritik yang membangun sebagai bagian dari pembelajaran organisasi. Ade juga mengajak media menjaga pemberitaan yang jernih dan berimbang agar publik memahami peran KAHMI.

"Mari bersama kita menjaga agar isu yang beredar tetap pada ranah fakta, etika kebangsaan, dan ukhuwah,"

Penunjukan Ade sebagai presidium merupakan langkah lanjutan dalam pelaksanaan amanat Muswil VII KAHMI Sumut. Ke depan, publik akan melihat langkah kongkret presidium terpilih dalam meneruskan program organisasi dan penguatan peran KAHMI di Sumatera Utara.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!