Nasional

Kementerian PU Genjot Rekonstruksi 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra

Bagikan:
Pekerjaan rekonstruksi jembatan pascabencana di Sumatra dengan alat berat dan konstruksi baru

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rekonstruksi permanen terhadap 47 jembatan yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini diumumkan setelah penanganan akses darurat berhasil memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak, dengan progres rekonstruksi rata-rata 34,38% hingga 25 Juli 2026.

Skala penanganan darurat dan rekonstruksi

Sebelum masuk tahap permanen, Kementerian PU menyelesaikan pemasangan solusi darurat untuk memastikan mobilitas dan distribusi logistik. Saat ini pekerjaan berlanjut ke rehabilitasi yang dirancang lebih aman dan berkelanjutan.

Provinsi Penanganan Darurat (berfungsi) Jembatan untuk Rekonstruksi Permanen
Aceh 25 30
Sumatra Utara 13 8
Sumatra Barat 10 9
Jumlah 48 47

Metode penanganan darurat

Tim lapangan memasang bailey bridge, box culvert, serta memperkuat struktur sesuai kondisi lokasi. Perbaikan oprit, pembersihan material, dan normalisasi alur sungai juga dilakukan untuk mengembalikan akses dengan cepat.

Progres dan hasil di lapangan

Beberapa proyek menunjukkan perkembangan signifikan. Di Aceh, jembatan Lawe Mengkudu I dan Ulee Langa telah melampaui progres 90 persen. Di Sumatra Barat, empat jembatan telah rampung sepenuhnya.

  • Marga Yasa A (Sumbar) — selesai
  • Marga Yasa B (Sumbar) — selesai
  • Sungai Indarung (Sumbar) — selesai
  • Batang Lolo (Sumbar) — selesai

"Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung. Infrastruktur yang dibangun kembali harus memberikan pelayanan aman dan andal bagi masyarakat,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis pada Minggu, 26 Juli 2026.

Koordinasi dan target pemulihan ekonomi

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pekerjaan. Tujuannya memperkuat konektivitas, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

Pekerjaan rekonstruksi akan dilaksanakan bertahap sesuai kesiapan lokasi dan sumber daya. Pemerintah menegaskan prioritas pada kualitas dan keselamatan agar infrastruktur baru tahan terhadap ancaman bencana di masa depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait