Prabowo Puji Kualitas Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Presiden Prabowo Subianto memuji kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat meninjau salah satu sekolah di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026. Ia menyatakan hidangan yang disajikan enak, memenuhi standar, namun meminta kunjungan di masa depan dilakukan tanpa pemberitahuan.
Kesan saat kunjungan
Prabowo sempat mencicipi menu MBG bersama motivator internasional Tony Robbins dan murid sekolah yang menjadi lokasi tinjauan. Kunjungan berlangsung dalam acara "Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition" di Sentul.
Presiden menilai dapur sekolah itu termasuk salah satu yang terbaik dan memberi pujian khusus pada tekstur nasi.
"Dan kemarin saya dan Pak Tony Robbins ini ikut makan di salah satu sekolah. Ini dapur yang salah satu terbaik,"
Detail menu dan penilaian rasa
Menurut Prabowo, nasi yang disajikan pulen dan lezat. Ia bahkan membandingkan rasa nasi tersebut dengan hidangan restoran luar negeri.
"Saya akui nasinya enak, pulen. Enggak kalah sama restoran Jepang,"
Selain nasi, Presiden juga memuji lauk dan sayur. Ia menyebut orek tempe sebagai menu yang paling berkesan dan menyukai sayur labu campur jagung yang disajikan kepada siswa.
"Orek tempe, enak sekali. Kemudian sayurnya juga enak, sayur labu campur jagung,"
Komentar soal porsi dan prosedur kunjungan
Meski memberi pujian, Prabowo menilai porsi makanan masih relatif kecil untuk kebutuhan orang dewasa. Ia mengatakan porsi tersebut lebih sesuai untuk siswa SMP.
"Hanya kurang banyak. Tapi oke, ini anak-anak SMP, kalau saya kan makannya lebih banyak,"
Sebagai catatan, Presiden berseloroh bahwa kualitas makanan mungkin dipengaruhi oleh pemberitahuan sebelumnya tentang kunjungannya. Ia meminta agar kunjungan serupa dilakukan tanpa pemberitahuan agar penilaian lebih representatif.
"Coba Kepala BIN adakan penyelidikan. Lain kali kalau saya datang, jangan diberitahu saya mau datang,"
Implikasi dan tindak lanjut
Pujian terhadap kualitas menu MBG memberikan sinyal positif mengenai implementasi program nutrisi di sekolah. Namun, komentar soal porsi menyoroti perlunya penyesuaian jika program ingin memenuhi kebutuhan kelompok usia yang lebih besar.
Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap porsi dan kontinuitas penyajian dapat membantu memastikan program memberi manfaat maksimal bagi perkembangan anak sekolah.
Berita Terkait
DPR Minta Konsolidasi Pemerintah-BI Hadapi Pelemahan Rupiah
DPR minta pemerintah dan BI segera konsolidasi fiskal-moneter agar rupiah tak terus melemah dan stabilitas e...
Sony Sonjaya Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Ini Profil dan Harta
Sony Sonjaya ditetapkan tersangka dugaan korupsi Program MBG; Kejaksaan menyelidiki penunjukan mitra dan ali...
Pemerintah Jamin Layanan Publik Setelah Silmy Karim Jadi Tersangka
Pemerintah memastikan layanan publik tak terganggu setelah Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim ditetapkan ter...
Pemerintah dan DPR Sepakati Penyempurnaan Revisi UU P2SK
Pemerintah dan DPR sepakat menyempurnakan Revisi UU P2SK pada 4 Juni 2026 untuk memperkuat regulasi dan koor...
BMKG: 200 Zona Musim Resmi Masuk Musim Kemarau
BMKG: 200 Zona Musim (28,6%) di Indonesia resmi memasuki musim kemarau per awal Juni 2026; berikut sebaran w...
Prabowo Larang Telur Dadar dalam Menu Program MBG
Presiden Prabowo melarang telur dadar dalam menu MBG dan meminta telur disajikan utuh, ceplok atau rebus, un...