Kemkomdigi Tambah Kapasitas Satelit untuk Jaga Konektivitas 3T
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan perlunya perawatan intensif pada peralatan telekomunikasi bawah laut dan peningkatan kapasitas satelit untuk menjaga layanan di daerah 3T — tertinggal, terpencil, dan terdepan. Pernyataan itu disampaikan Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Ditjen Infradigi, Indra Maulana, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Perawatan kabel laut Palapa Ring
Indra menjelaskan perawatan dilakukan pada infrastruktur kabel laut, termasuk proses di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Tujuannya memastikan layanan telekomunikasi dan internet tetap stabil bagi masyarakat setempat.
"Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keami,"
Pihak Kemkomdigi menekankan bahwa operasi di bawah laut memerlukan pengawasan ketat. Perawatan terencana diperlukan untuk mencegah gangguan layanan yang berdampak pada aktivitas publik.
Penambahan kapasitas melalui satelit
Sebagai mitigasi terhadap potensi gangguan, Kemkomdigi melalui BAKTI menambah kapasitas bandwidth pada jaringan satelit. Penambahan itu diberlakukan pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan jalur cadangan dan memastikan ketersediaan akses saat infrastruktur kabel mengalami gangguan. Dengan dukungan satelit, wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil dapat terus menerima layanan dasar digital.
Kolaborasi dengan operator seluler
Selain perawatan fisik dan penambahan kapasitas satelit, Kemkomdigi juga menjalin kerja sama dengan operator seluler. Indra mengatakan kolaborasi itu untuk memastikan jaringan telekomunikasi dan internet tetap dapat dinikmati masyarakat di titik layanan publik.
"Memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik dan objek vital di wilayah tersebut tetap terjaga. Upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi, layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap terhubung,"
Rantai layanan yang dijaga mencakup beberapa sektor penting:
- Komunikasi publik
- Pemerintahan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Aktivitas ekonomi lokal
Impak dan langkah ke depan
Penanganan terintegrasi — perawatan kabel laut, penambahan kapasitas satelit, dan sinergi dengan operator — diharapkan meminimalkan gangguan layanan di wilayah 3T. Pemeliharaan berkala dan monitoring tetap akan diperlukan untuk mempertahankan kestabilan konektivitas jangka panjang.
Dengan langkah ini, Kemkomdigi menegaskan komitmen menjaga akses digital bagi masyarakat di daerah tertinggal, terpencil, dan terdepan agar layanan penting tetap berjalan tanpa terputus.
Berita Terkait
DPR Minta Konsolidasi Pemerintah-BI Hadapi Pelemahan Rupiah
DPR minta pemerintah dan BI segera konsolidasi fiskal-moneter agar rupiah tak terus melemah dan stabilitas e...
Sony Sonjaya Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Ini Profil dan Harta
Sony Sonjaya ditetapkan tersangka dugaan korupsi Program MBG; Kejaksaan menyelidiki penunjukan mitra dan ali...
Pemerintah Jamin Layanan Publik Setelah Silmy Karim Jadi Tersangka
Pemerintah memastikan layanan publik tak terganggu setelah Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim ditetapkan ter...
Pemerintah dan DPR Sepakati Penyempurnaan Revisi UU P2SK
Pemerintah dan DPR sepakat menyempurnakan Revisi UU P2SK pada 4 Juni 2026 untuk memperkuat regulasi dan koor...
BMKG: 200 Zona Musim Resmi Masuk Musim Kemarau
BMKG: 200 Zona Musim (28,6%) di Indonesia resmi memasuki musim kemarau per awal Juni 2026; berikut sebaran w...
Prabowo Larang Telur Dadar dalam Menu Program MBG
Presiden Prabowo melarang telur dadar dalam menu MBG dan meminta telur disajikan utuh, ceplok atau rebus, un...