Bakom RI: Tidak Ada Kunjungan Kenegaraan Prabowo ke Italia
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan tidak ada agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Italia. Pernyataan itu disampaikan untuk membantah spekulasi yang beredar di media sosial pada Minggu, 31 Desember 2026.
Penegasan resmi dari Bakom RI
Qodari menyatakan pemerintah tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut Presiden akan berkunjung ke Italia. Ia menekankan setiap rencana perjalanan hanya dianggap final setelah ada pengumuman resmi dari pemerintah.
"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," kata Qodari dalam keterangan pers di Wisma Danantara.
Agenda resmi hanya ke Prancis
Menurut Qodari, jadwal kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo hanya ke Prancis untuk memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron. Informasi agenda tersebut, kata Qodari, sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono sejak 22 April 2026.
"Sudah dinyatakan oleh Pak Sugiono mengatakan ada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Perancis dalam waktu dekat. Sebetulnya kunjungan terakhir ini adalah state visit yang merupakan balasan terhadap kunjungan dari Presiden Perancis, Macron ke Indonesia," ujar Qodari.
Fokus kerja sama dalam kunjungan
Bakom RI menjelaskan kunjungan ke Prancis bertujuan memperdalam kerja sama di beberapa bidang strategis. Tujuan utama adalah memperkuat kerja sama pertahanan dan penguasaan teknologi.
- Kerja sama di bidang pertahanan dan alutsista
- Pendidikan dan riset dalam Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)
- Kerja sama di sektor energi dan transfer teknologi
Qodari menegaskan perlunya transfer teknologi agar Indonesia dapat menguasai dan memelihara peralatan pertahanan yang diperoleh dari Prancis.
"Dibidang pertahanan karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Perancis. Oleh karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," jelasnya.
Asal spekulasi pembatalan ke Italia
Spekulasi soal pembatalan kunjungan ke Italia muncul setelah beredarnya tangkapan layar status "cancelled" pada penerbangan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia menuju Roma. Namun Bakom RI menyatakan informasi tersebut tidak berarti adanya agenda negara ke Italia yang dibatalkan.
Dengan klarifikasi ini, publik diingatkan menunggu pengumuman resmi jika ada perubahan agenda kenegaraan. Pemerintah juga menegaskan akan terus menyampaikan informasi yang akurat terkait kunjungan luar negeri Presiden.
Berita Terkait
Arus Balik Long Weekend: Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu
Penumpang Whoosh melonjak saat arus balik long weekend; tiket terjual 12 ribu hingga siang dan diprediksi me...
Cara Membuat SIM Digital lewat Ponsel dengan Aplikasi Korlantas
Pelajari cara membuat SIM Digital lewat aplikasi Digital Korlantas Polri di ponsel; aktif, terhubung basis d...
Maruarar Sirait Dilantik Jadi Ketua Umum PIKI 2026–2031
Maruarar Sirait dilantik sebagai Ketua Umum PIKI 2026–2031 di Jakarta. Ia menekankan pemerataan pendidikan a...
SIM Digital Resmi: Legalitas dan Keamanan saat Berkendara
Korlantas Polri menegaskan SIM Digital setara SIM fisik dan sah digunakan saat pemeriksaan, didukung databas...
Ekonomi Hijau Diproyeksikan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
Menteri Jumhur Hidayat: transisi ekonomi hijau diproyeksikan menciptakan jutaan pekerjaan dan butuh peran ak...
Menteri Bahlil Penasaran Pencipta Lagu Viral MBG
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia penasaran dengan pencipta lagu viral "My Little Bolu Ketan" (MBG) dan ingin me...