Posko Baguna PDI Jatim Sediakan Kopi dan Istirahat di Muktamar NU
Posko Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur membuka tenda dan layanan sederhana untuk penggembira, pedagang, dan muktamirin yang hadir pada Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Mereka menyediakan kopi, teh, camilan rebus, karpet untuk beristirahat, serta akses toilet dan ruang salat yang disewa dekat lokasi acara.
Suasana malam dan layanan sederhana
Selepas Isya, ratusan orang masih lalu-lalang di sekitar pesantren. Banyak yang singgah di posko untuk sekadar duduk, minum hangat, atau membeli suvenir. Di meja posko terlihat dua termos berisi kopi dan teh serta camilan sederhana seperti ketela, mbote, dan kacang tanah yang direbus.
Seorang pedagang suvenir yang sehari-hari berdagang di arena muktamar mengambil secangkir kopi sebelum kembali membuka lapak. Menurutnya, secangkir kopi diperlukan untuk menemaninya merokok dan mengusir lelah setelah berdiri sepanjang hari.
"Mau merokok ndak enak kalau tidak sambil minum kopi,"
Fasilitas yang disediakan Posko Baguna
Posko Baguna tidak hanya menyiapkan minuman dan camilan. Mereka juga menyediakan karpet di tenda untuk merebahkan badan sementara. Selain tenda, pengelola menyewa sebuah rumah warga dekat lokasi untuk menyediakan fasilitas tambahan.
Satu rumah yang disewa itu dipakai sebagai tempat toilet gratis dan satu kamar kecil dipersiapkan khusus untuk salat. Langkah ini diambil agar kebutuhan dasar ribuan tamu yang datang dari berbagai daerah terpenuhi selama muktamar berlangsung.
"Sejak pembukaan Muktamar hingga penutupan nanti, kami sengaja menyewa satu rumah warga. Selain toilet gratis, ada satu kamar kami siapkan untuk salat,"
Dampak langsung bagi penggembira
Menurut pengelola, keberadaan posko membantu penggembira yang menempuh perjalanan jauh dan pedagang yang membutuhkan tempat istirahat singkat. Layanan sederhana itu memberi ruang bagi mereka mengembalikan tenaga, beribadah, atau sekadar berbincang bersama kawan dari daerah lain.
"Alhamdulillah, mereka merasa terbantu dengan keberadaan Posko Baguna,"
Makna di balik hal sederhana
Di tengah agenda besar Muktamar yang bernuansa formal, posko semacam ini menunjukkan pentingnya kebutuhan dasar. Bukan fasilitas mewah yang dicari, melainkan tempat duduk, secangkir kopi, camilan hangat, toilet, dan ruang salat untuk mengisi ulang tenaga sebelum kembali beraktivitas.
Posko Baguna menjadi pengingat bahwa sebuah hajatan besar juga bergantung pada layanan kecil yang membuat ribuan orang dapat terus berpartisipasi dengan nyaman.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Blitar Ajak Santri Kuasai Agama dan Teknologi pada HSN 2026
Bupati Blitar mengajak santri menguasai agama dan teknologi agar aktif berperan dalam pembangunan daerah men...
Ony Setiawan Dorong UMKM Tuban Naik Kelas di Pelang dan Sumilir
Ony Setiawan mendorong UMKM Tuban di Pelang dan Pantai Sumilir naik kelas lewat edukasi, sosialisasi, dan pe...
Mahasiswa Bondowoso Kritik Efisiensi Anggaran, DPRD Soroti Potensi Kopi
Mahasiswa Bondowoso kritik efisiensi anggaran pusat; DPRD mendorong pemda optimalkan PAD lewat sektor kopi.
ALAKOH Jatim Desak Pemakzulan Gibran, DPRD Jatim Terima Aspirasi
ALAKOH Jatim mendesak pemakzulan Wapres Gibran; DPRD Jatim terima aspirasi dan akan meneruskannya ke DPR RI...
PDI Perjuangan Malang Bagikan Masker dan Air untuk Petugas TPA Supit Urang
Kader PDI Perjuangan Malang menyalurkan masker dan air minum untuk warga dan petugas pemadam saat kebakaran...
Reses Madiun: Warga Mendesak PJU, Perbaikan Jalan dan BKK Desa
Ketua DPRD Madiun Fery Sudarsono menampung aspirasi soal minim PJU, kondisi jalan, irigasi, dan kebutuhan BK...