Politik

Trenggalek Hotmix Jalan Pandean-Malasan Rp6,8 Miliar Jelang HUT-832

Bagikan:
Bupati M. Nur Arifin meninjau Jalan Pandean-Malasan yang telah di-hotmix

TRENGGALEK – Menjelang Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek pada 31 Agustus 2026, Bupati M. Nur Arifin mempercepat pembangunan infrastruktur meski anggaran terbatas. Salah satu bentuknya adalah peningkatan jalan penghubung Desa Pandean menuju Malasan, Kecamatan Durenan, yang sudah di-hotmix untuk memperlancar akses Trenggalek–Tulungagung.

Peningkatan Jalan Pandean–Malasan

Proyek perbaikan jalan sepanjang sekitar 5 kilometer itu dibiayai dari Dana Alokasi Khusus dengan nilai sekitar Rp6,8 miliar. Jalan yang semula sering dikeluhkan warga kini berubah menjadi jalur lebih aman dan nyaman bagi kendaraan bermotor.

Menurut Bupati M. Nur Arifin, peningkatan ini memang telah direncanakan sebelumnya dan dipercepat menjelang peringatan hari jadi kabupaten. Pengerjaan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Jalan ini memang sudah masuk rencana untuk peningkatan. Karena menjadi urat nadi transportasi. Apalagi jalan ini juga ramai kendaraan,”

Anggaran, Prioritas, dan Efisiensi

Pemkab menyatakan pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan dana dan kebutuhan di berbagai lokasi. Oleh sebab itu, pekerjaan infrastruktur dilakukan secara bergilir berdasarkan skala prioritas.

Meski demikian, pemerintah daerah berupaya mencari ruang anggaran agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat. Bupati juga memberi apresiasi pada sinergi antara eksekutif dan legislatif yang mendukung pelaksanaan proyek.

“Eksekutif dan legislatif sama-sama satu suara untuk membuat sarana dan prasarana penunjang ekonomi warga semakin lebih baik lagi. Untuk Trenggalek,”

Ziarah Kenang Jasa Leluhur

Selain perbaikan jalan, rangkaian menyambut HUT ke-832 mencakup tradisi ziarah ke makam para leluhur dan tokoh bersejarah. Ziarah dipimpin Bupati didampingi Ketua DPRD dan jajaran Forkopimda.

Rombongan mengunjungi sejumlah makam penting sebagai ungkapan syukur dan pengingat jasa para pendahulu. Lokasi ziarah meliputi:

  • Makam Menak Sopal di Kompleks Makam Bagongan, Kelurahan Ngantru
  • Makam Setono Galek tempat peristirahatan Mbah Kawak
  • Makam Setono Gedong di Kelurahan Ngantru, termasuk makam Raden Doemotaroeno
  • Makam Kanjeng Jimat atau Mangun Negoro di Kompleks Makam Margo Ayu, Desa Ngulan Kulon
  • Makam Girilaya Kamulyan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan
  • Makam Girimulyo di Desa Sumber, Kecamatan Karangan

Implikasi dan Prospek

Bupati menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan. Peningkatan jalan strategis ini diharapkan memperlancar mobilitas, mendukung aktivitas ekonomi warga, dan meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah.

Memasuki usia 832 tahun, Trenggalek berusaha terus berbenah sambil mengenang jasa leluhur. Pembangunan infrastruktur dan tradisi ziarah dipandang saling melengkapi dalam menjaga kesinambungan sejarah dan kemajuan daerah.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait