DPRD Malang Dorong Kenaikan Insentif Guru PAUD di APBD 2027
MALANG — DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Usulan itu akan dimasukkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.
Usulan masuk ke pembahasan APBD 2027
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan usulan kenaikan insentif akan diajukan saat perumusan anggaran. Langkah ini bertujuan mengatasi ketimpangan antara beban kerja dan besaran insentif yang diterima guru PAUD.
Alasan peningkatan insentif
Amithya menilai guru PAUD memegang peran penting dalam membentuk fondasi pendidikan dan karakter anak sejak usia dini. Namun, saat ini jumlah tunjangan belum mencerminkan dedikasi dan beban kerja mereka setiap hari.
"Sementara dedikasi dan beban kerja yang mereka tanggung setiap hari tak sebanding dengan pendapatan mereka," ujar Amithya, Jumat (28/8/2026).
Oleh karena itu DPRD meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan kajian ulang terhadap besaran insentif. Amithya juga meminta agar kebutuhan anggaran tambahan disiapkan untuk pembahasan APBD 2027.
Rincian tuntutan legislatif
Pembahasan anggaran nantinya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui kenaikan nominal insentif bulanan. DPRD menegaskan bantuan harus tersalurkan kepada guru non-PNS yang telah terdata valid.
- Kenaikan nominal insentif bulanan bagi guru PAUD non-PNS
- Jaminan bantuan operasional untuk penyelenggaraan pembelajaran
- Pelatihan berkala untuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik
"Kami dari legislatif memastikan bantuan operasional dan insentif menyasar seluruh guru PAUD non-PNS atau berstatus honorer yang telah terdata dengan valid," tegas Amithya.
Respons komunitas dan tindak lanjut
Usulan kenaikan insentif mendapat respons positif dari komunitas pendidik PAUD di Kota Malang. Saat ini sebagian tenaga pendidik masih mengandalkan dana swadaya dan insentif daerah untuk mendukung operasional.
DPRD akan mengawal usulan itu dalam pembahasan rancangan APBD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Malang. Amithya berharap kebijakan anggaran menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan guru dan kualitas layanan PAUD.
"Kita ingin peningkatan kesejahteraan guru juga diikuti peningkatan kompetensi. Dengan begitu, kualitas pendidikan anak usia dini dapat terus ditingkatkan," katanya.
Dengan langkah tersebut, DPRD menempatkan peningkatan insentif sekaligus penguatan kapasitas pendidik sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus di Kota Malang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Rantang Kasih Banyuwangi: Makanan Gratis untuk Lansia Hidup Sendiri
Pemkab Banyuwangi melanjutkan Rantang Kasih untuk memberi makanan bergizi bagi lansia dhuafa yang hidup send...
PDI Perjuangan Tekankan Kemandirian Fiskal APBD Kota Batu 2027
Fraksi PDI Perjuangan minta penguatan PAD, belanja modal tepat, dan kejelasan SiLPA saat menyetujui Raperda...
Surabaya Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Banjir dalam Anggaran 2027
Pemkot Surabaya fokuskan anggaran 2027 pada pendidikan, puskesmas, dan penanganan banjir untuk memastikan la...
Bupati Blitar Ajak Santri Kuasai Agama dan Teknologi pada HSN 2026
Bupati Blitar mengajak santri menguasai agama dan teknologi agar aktif berperan dalam pembangunan daerah men...
Ony Setiawan Dorong UMKM Tuban Naik Kelas di Pelang dan Sumilir
Ony Setiawan mendorong UMKM Tuban di Pelang dan Pantai Sumilir naik kelas lewat edukasi, sosialisasi, dan pe...
Mahasiswa Bondowoso Kritik Efisiensi Anggaran, DPRD Soroti Potensi Kopi
Mahasiswa Bondowoso kritik efisiensi anggaran pusat; DPRD mendorong pemda optimalkan PAD lewat sektor kopi.