Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Terbaik KTR Jatim 2026
BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi meraih dua penghargaan Terbaik 1 Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Penghargaan diserahkan pada Rapat Koordinasi Pencegahan Penyakit di Surabaya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dua lokasi unggul di kategori berbeda
Dua lokasi di Banyuwangi yang meraih penghargaan adalah Pelabuhan Marina Boom dan SMA Negeri 1 Rogojampi. Pelabuhan Marina Boom mendapatkan predikat terbaik untuk kategori tatanan Tempat Umum/Tempat Lain yang Ditetapkan. Sedangkan SMAN 1 Rogojampi meraih terbaik untuk tatanan Tempat Proses Belajar Mengajar.
Penyerahan penghargaan dan apresiasi daerah
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, pada kegiatan yang digelar di Surabaya. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik capaian tersebut sebagai bukti gerakan bersama membangun lingkungan sehat.
Kami bersyukur Banyuwangi meraih dua penghargaan terbaik 1 sekaligus. Harapannya, capaian ini menjadi contoh dan motivasi bagi kita semua untuk semakin konsisten menerapkan KTR serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat, baik di ruang publik, tempat tinggal, destinasi wisata, lingkungan kerja, maupun sekolah.
Langkah konkret di lokasi pemenang
Di Pelabuhan Marina Boom, penerapan KTR meliputi pengaturan area merokok terpisah bagi pengunjung serta pemasangan rambu dan papan pengumuman larangan merokok. Langkah ini dirancang agar area publik tetap nyaman dan aman dari paparan asap rokok.
SMA Negeri 1 Rogojampi menerapkan KTR secara menyeluruh. Larangan merokok diberlakukan bagi siswa, warga sekolah, wali murid, dan tamu. Selain itu, ada kebijakan melarang penjualan rokok di warung-warung sekitar lingkungan sekolah.
Pentingnya strategi pengendalian rokok
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menilai penghargaan itu menggambarkan dua strategi utama: mencegah munculnya perokok baru, khususnya usia sekolah, dan melindungi masyarakat dari paparan asap rokok di ruang publik.
SMAN 1 Rogojampi menunjukkan bagaimana sekolah dapat membangun lingkungan yang tidak menormalisasi perilaku merokok. Ini penting karena sekolah merupakan tempat pembentukan perilaku dan karakter generasi muda.
Amir menekankan bahwa tanda bertuliskan Dilarang Merokok saja tidak cukup. Implementasi nyata terlihat dari tidak adanya aktivitas merokok di kawasan yang ditetapkan, ketiadaan asbak, serta larangan promosi dan sponsorship produk tembakau yang bertentangan dengan ketentuan.
Ke depan, dinas kesehatan akan melakukan monitoring secara rutin dengan melibatkan stakeholder terkait untuk terus memperkuat implementasi KTR di berbagai tatanan kehidupan masyarakat.
Implikasi dan langkah berikutnya
Penghargaan ini diharapkan mendorong daerah lain menegakkan KTR secara nyata. Pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi antarinstansi, pengawasan, dan edukasi publik agar keberhasilan tidak sekadar simbol tetapi berubah menjadi praktik berkelanjutan di lapangan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PO Lumajang 99 Tahun: Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Warga PO Lumajang menggelar tabur bunga dan doa bersama di Makam Pahlawan, 27 Agustus 2026, memperingati 99...
Puan: DPR Terbuka Terima Aspirasi Masyarakat, Asal Ikuti Mekanisme
Puan Maharani menegaskan DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat, termasuk perwakilan AMPB, asalkan penyamp...
PDI-P Kota Malang Tuntaskan Struktur Anak Ranting, Bidik 12 Kursi DPRD
PDI-P Kota Malang menargetkan tuntas struktur hingga Anak Ranting pada September 2026 untuk persiapan Pemilu...
Eri Cahyadi: Ayah Wajib Hadir di Hari Keluarga Nasional
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta ayah hadir secara emosional bagi anak, manfaatkan teknologi untuk jaga...
Novita Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Nasional
Novita Hardini mendorong Pacitan mengemas wisata alam dan desa wisata menjadi destinasi incentive trip nasio...
Wiwin Dorong Literasi Digital dan Kemandirian Ekonomi di Jombang
Wiwin Sumrambah mendorong literasi digital, penguatan SDM, dan tata kelola organisasi untuk kemandirian ekon...