Wiwin Dorong Literasi Digital dan Kemandirian Ekonomi di Jombang
JOMBANG — Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong warga tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mengolahnya menjadi peluang ekonomi. Pernyataan itu disampaikan saat Sosialisasi Penguatan Sinergi Sosial dan Organisasi di Dusun Mundusewu, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).
Penguatan SDM dan literasi digital
Wiwin menilai pemberdayaan harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia. Pendidikan, akses teknologi, literasi digital, dan kemampuan berorganisasi harus berjalan serentak agar masyarakat dapat menangkap peluang di tengah perubahan ekonomi.
Menurutnya, teknologi seharusnya meningkatkan produktivitas. Selain membuka akses pendidikan, teknologi bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, memasarkan produk, dan menembus pasar baru.
"Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang,"
Wiwin menegaskan bahwa kemampuan mengolah teknologi merupakan modal penting agar bantuan dan program pemerintah berujung pada peningkatan kesejahteraan nyata.
Data pembangunan manusia
Untuk menggambarkan pentingnya penguatan SDM, Wiwin mengutip data BPS. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur pada 2025 tercatat 76,13, naik 1,035 persen dibanding 2024. Data resmi dapat dilihat di situs BPS.
Dia menekankan bahwa kenaikan angka IPM tidak boleh berhenti pada statistik. Angka harus diterjemahkan ke kemampuan warga menjadi kreatif, produktif, dan mandiri.
Peran organisasi dan gotong royong
Selain kapasitas individu, Wiwin mengajak organisasi masyarakat memperbaiki tata kelola. Organisasi harus transparan, mandiri, dan adaptif agar manfaatnya berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi dan gotong royong. Menurutnya, setiap komunitas perlu menggali potensi lokal dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi maupun sosial.
Bantuan pemerintah sebagai pijakan
Wiwin mengingatkan bantuan pemerintah bukan untuk menciptakan ketergantungan. Bantuan harus menjadi modal awal yang mendorong produktivitas dan menuju kemandirian.
Dia menegaskan bahwa dukungan pemerintah perlu dimanfaatkan sebagai pijakan agar masyarakat tumbuh dan mampu berdiri sendiri secara ekonomi.
Kesimpulan: Penguatan literasi digital, kemampuan SDM, dan tata kelola organisasi menjadi kunci agar masyarakat di Mundusewu dan daerah lain mampu meraih peluang ekonomi serta mencapai kemandirian.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Bantu Pengeboran Sumur di Pamekasan untuk 50 KK
Hj. Ansari bantu pengeboran sumur bor di Kertagena Laok, Pamekasan pada 27 Agustus 2026 untuk memenuhi kebut...
Diana Sasa: Muktamar ke-35 NU Harus Hasilkan Kepemimpinan Dekat Umat
Diana Sasa berharap Muktamar ke-35 NU di Jombang menghasilkan kepemimpinan yang maju, dekat dengan umat, dan...
PDIP Jatim Buka Posko Layanan Gratis untuk Muktamirin NU di Jombang
DPD PDIP Jawa Timur membuka posko layanan gratis bagi muktamirin Muktamar ke-35 NU di Jombang, menyediakan k...
DPRD Banyuwangi Minta Faskes Layani Pasien Tanpa Melihat Desil
Anggota DPRD Banyuwangi minta RSUD dan Puskesmas layani pasien tanpa melihat desil; Dinsos diminta mendata w...
Meteri Bumi: Bupati Trenggalek Ajak Jaga Sumber Air dan Ekosistem
Bupati Trenggalek pimpin Meteri Bumi di Sumbergedong dan ajak warga jaga ekosistem serta sumber air menjelan...
YPA-MDR Gandeng Banyuwangi Bina 10 SD, Fokus Empat Pilar
Pemkab Banyuwangi dan YPA-MDR mulai program pembinaan sekolah lima tahun, membina 10 SD sejak Oktober 2026 d...