Nasional

Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT

Bagikan:
Personel Polri menyalurkan bantuan dan tenda darurat kepada masyarakat terdampak gempa di NTT

Ketua Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama memuji respons cepat Polri dalam menangani dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan menyusul gelombang gempa susulan dan kebutuhan darurat di lapangan.

Respons cepat dan layanan darurat di lapangan

Sandri menilai kehadiran aparat penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi. Ia menyebut Polri menunjukkan kerja cepat dan tanggap dalam memberikan bantuan awal.

"Mereka responsif dan kerja cepat dan tanggap,"

Sandri mengatakan ia telah berkomunikasi dengan rekan-rekannya di wilayah terdampak dan menerima laporan penyaluran bantuan yang mulai berlangsung.

Data gempa dan susulan

BMKG mencatat terjadi banyak gempa susulan pasca-gempa utama. Hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 6,2. Kondisi ini menuntut koordinasi cepat antar-pelaksana tanggap bencana.

Personel dan dukungan logistik yang dikerahkan

Menurut Sandri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengiriman 845 personel gabungan untuk memperkuat penanganan bencana. Rinciannya terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel jajaran Polres.

Polri juga menyiapkan dukungan operasional signifikan untuk memperkuat operasi di lapangan.

  • Bantuan logistik dan tenda darurat
  • Tim SAR Brimob dan anjing pelacak K9
  • Tenaga medis serta DVI-Dokkes untuk identifikasi korban

Personel tambahan diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat charter menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai titik konsolidasi dukungan.

Harapan untuk pendampingan berkelanjutan

Sandri mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak berakhir pada bantuan awal. Ia menekankan perlunya pendampingan jangka menengah hingga proses pemulihan masyarakat selesai.

"Bencana tidak selesai ketika bantuan pertama datang,"

Ia menegaskan masih ada proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, dan pemulihan yang harus terus didukung. Sandri berharap kecepatan dan kepedulian aparat dipertahankan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih.

Koordinasi antar-institusi dan kesinambungan dukungan operasional jadi kunci agar perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak benar-benar tercapai.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait