Nasional

Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten

Bagikan:
Truk logistik beras dan minyak Bulog disiapkan untuk distribusi bantuan di Nusa Tenggara Timur

Perum Bulog memastikan ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) aman saat penanganan darurat pasca-gempa. Pernyataan disampaikan pada 18 Agustus 2026, menyusul kebutuhan mendesak di wilayah terdampak. Bulog menyiapkan cadangan beras dan minyak goreng untuk memperlancar distribusi bantuan.

Stok beras dan cadangan di kabupaten

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras di provinsi itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sementara. Saat ini stok tercatat antara 35.000 sampai 37.000 ton.

Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya.

Untuk antisipasi masa tanggap darurat, Bulog menginstruksikan setiap cabang di kabupaten/kota terdampak menyiapkan cadangan minimal 20 ton beras. Langkah ini untuk memastikan pasokan lokal dapat segera didistribusikan ke dapur umum dan pengungsian.

Minyak goreng dan dukungan logistik lain

Selain beras, Bulog juga menyiapkan pasokan minyak goreng merek MinyaKita sebagai bagian dari logistik pangan. Setiap kabupaten/kota mendapat alokasi minimal 1.000 liter untuk mendukung kebutuhan dapur umum dan keluarga terdampak.

Khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak, kami perintahkan untuk menstokkan. Men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota.

Jika kebutuhan di lapangan meningkat, Bulog membuka opsi pengiriman penambahan pasokan dari provinsi terdekat seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Pengiriman bantuan pemerintah via udara dan laut

Pemerintah mempercepat pengiriman bantuan ke NTT dengan moda udara dan laut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total pengiriman logistik sebesar 101.494 kilogram (sekitar 101,5 ton) selama 15-17 Agustus 2026.

Distribusi dikoordinasikan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) di Lanud Halim Perdanakusuma. Operasi melibatkan BNPB, TNI, kementerian terkait, dan mitra kemanusiaan.

Rincian penerbangan yang tercatat pada periode tersebut antara lain:

  • Hercules A-1328 rute Halim Perdanakusuma–Labuan Bajo–Halim membawa 13.504 kg, termasuk paket sembako dan tenda rumah sakit lapangan.
  • Hercules A-1344 ke Maumere membawa 13.563 kg, terdiri dari paket sembako, pakaian, dan obat-obatan.
  • Hercules A-1339 kembali ke Labuan Bajo membawa 13.500 kg, termasuk paket sembako dan kornet dari mitra kemanusiaan.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat. Sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan operasi udara selama 15-17 Agustus menggunakan dua pesawat A-400M Atlas dan empat pesawat C-130 Hercules, dengan total tujuh sortie. Selain itu, pemerintah juga membuka jalur laut dengan memberangkatkan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan-pelabuhan di NTT.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan cadangan lokal yang diperkuat dan dukungan pengiriman nasional, pemerintah dan Bulog berharap pasokan pangan dasar tetap tersedia selama masa pemulihan. Monitoring kebutuhan di lapangan akan terus dilakukan untuk menyesuaikan distribusi dan meminimalkan kekurangan di titik-titik pengungsian.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait