Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Warga Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menemukan sebuah granat tangan diduga buatan Inggris di Jalan Toyogiri pada Senin, 17 Agustus 2026. Benda itu pertama kali terlihat oleh seorang pemulung dan dilaporkan ke Polsek Tambun Selatan, memicu penanganan oleh tim penjinak bom.
Penemuan dan respons kepolisian
Pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung, granat lalu dilaporkan warga ke Polsek Tambun Selatan. Personel Polres Metro Bekasi segera memasang garis polisi dan menyterilkan lokasi untuk memberi ruang kerja tim berwenang.
Tim Jibom Polda Metro Jaya datang untuk memeriksa kondisi granat dan memastikan tingkat bahayanya. Area sekitar diamankan untuk mencegah risiko bagi penduduk sekitar.
Spesifikasi dan status aktivitas
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menjelaskan spesifikasi dan kondisi granat saat diperiksa. Menurut pemeriksaan awal, benda itu masih aktif meski fisiknya menunjukkan tanda korosi.
- Jenis: granat tangan militer
- Diameter: sekitar 60 mm
- Panjang: sekitar 100 mm
- Berat: sekitar 410 gram
"Benda tersebut merupakan bom militer jenis granat tangan dengan diameter sekitar 60 mm, panjang 100 mm dan berat 410 gram,"
Kompol Wuryanti menambahkan bahwa granat dilengkapi safety pin dan safety lever, serta diduga berasal dari Inggris. Pernyataan ini menegaskan perlunya penanganan khusus oleh tim ahli bahan peledak.
Evakuasi ke Markas Gegana dan imbauan keselamatan
Setelah pemeriksaan awal, tim Jibom mengevakuasi granat untuk dibawa ke Markas Gegana. Langkah ini dilakukan agar proses disposal dapat dilaksanakan sesuai prosedur tanpa membahayakan publik.
Polisi meminta warga menjauh dari lokasi dengan radius sekitar 30 hingga 50 meter selama proses penanganan berlangsung. Imbauan ini berlaku sampai tim menyatakan area telah aman.
"Kalau mengetahui informasi seperti itu, langsung hubungi 110 dan segera menjauh. Ketika di sekitar TKP ada polisi, masyarakat agar mematuhi instruksi petugas untuk keselamatan bersama,"
Penemuan ini menunjukkan pentingnya pelaporan cepat oleh masyarakat dan koordinasi antar unit kepolisian serta tim penjinak bom untuk mencegah potensi bahaya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...
BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan Guncang NTT hingga 18 Agustus 2026
BMKG mencatat 2.119 gempa susulan di NTT hingga 18 Agustus 2026 setelah gempa utama magnitudo 7,7 di Flores;...