Lokal

Polidik: Kapolres Simalungun Edukasi 300 Siswa SMP Negeri 1 Panei

Bagikan:
Kapolres Simalungun memberi arahan pada siswa SMP Negeri 1 Panei saat kegiatan Polidik, 26 Oktober

SIMALUNGUN — Kapolres Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus memimpin kegiatan Polidik di SMP Negeri 1 Panei, Panei Tongah, Senin (26/10). Kegiatan dimulai pukul 07.00 dan diikuti sekitar 300 siswa. Program ini bagian dari prioritas Kapolri Polisi Bersama Masyarakat dan Quick Wins 1 (QW1) Ruang Publik Aman.

Pelaksanaan kegiatan

Kegiatan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dengan kehadiran unsur Polres Simalungun, antara lain Kapolsek Panei Tongah AKP Daniel Jani Damanik, Kasat Lantas AKP Friska Susana Suardi, Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu, dan Kasi Humas AKP Verry Purba. Dari pihak sekolah hadir Kepala SMP Negeri 1 Panei Anita Sabrina Pasaribu dan Wakil Kepala Bonar Siahaan.

Selain penyampaian materi, acara juga memuat sesi tanya jawab dan foto bersama antara jajaran kepolisian, guru, dan pelajar.

Tujuan dan materi edukasi

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri yang berintegritas dan humanis.

"Polidik merupakan wujud kehadiran langsung Polri di lingkungan pendidikan. Ini bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus mempererat kemitraan antara Polri, tenaga pendidik, orang tua, dan pelajar,"

Materi difokuskan pada pencegahan perkelahian antarpelajar dan tawuran. Selain itu penyuluhan dilakukan mengenai bahaya narkoba, perundungan, hoaks, dan keselamatan berlalu lintas.

Enam pesan Kamtibmas

Dalam arahannya, Kapolres menekankan enam pesan penting untuk pelajar agar terhindar dari kekerasan dan konflik antarsekolah.

  • Jangan mudah terprovokasi; tolak ajakan berkelahi, tawuran, atau membawa senjata tajam.
  • Selesaikan masalah melalui dialog dengan guru, orang tua, atau Bhabinkamtibmas.
  • Bijak bermedia sosial; hindari menyebarkan ajakan atau hoaks yang memicu permusuhan.
  • Salurkan energi pada kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan ekstrakurikuler.
  • Pahami konsekuensi hukum dari tindak kekerasan.
  • Tertib berlalu lintas; hindari konvoi dan kebut-kebutan usai pulang sekolah.

Kapolres menegaskan bahwa kekerasan tidak pernah menghasilkan kemenangan sejati dan justru merusak masa depan pelajar.

"Polisi hadir untuk mendengar, mendampingi, dan menjaga masa depan kalian. Inilah makna Polisi Bersama Masyarakat, yaitu melindungi, mengayomi, dan melayani,"

Peran sekolah dan orang tua

Kapolres mengajak kepala sekolah serta guru untuk bersinergi memetakan titik rawan gangguan keamanan, mengawasi jam pulang, dan membina siswa. Kepada orang tua, ia mengimbau memperhatikan pergaulan, penggunaan gawai, aktivitas media sosial, dan kebiasaan belajar anak di rumah.

Polidik juga dirancang sebagai ruang dialog dua arah. Setiap keluhan atau persoalan keamanan di sekolah dapat dicatat dan ditindaklanjuti kepolisian sesuai ketentuan.

Penutup

Kegiatan ini selain meningkatkan kesadaran hukum, juga menargetkan literasi digital dan motivasi akademik. Kapolres mengingatkan agar siswa memanfaatkan masa pendidikan dengan disiplin dan kerja keras untuk meraih cita-cita.

"Kerjakan hari ini, jangan menunda sampai besok. Disiplin kecil yang dilakukan setiap hari akan membawa kalian menuju keberhasilan yang besar,"
Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait