PKS Dorong Evaluasi Perda Penanggulangan Kemiskinan Medan
Medan — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan meminta evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Permintaan itu disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian jawaban fraksi terhadap tanggapan kepala daerah atas Ranperda perubahan Perda, Senin (26/10). Fraksi PKS menyorot akurasi data desil masyarakat, efektivitas penggunaan anggaran, dan mekanisme penyaluran bantuan sosial.
Sorotan utama Fraksi PKS
Juru Bicara Fraksi PKS sekaligus Ketua Fraksi, Zulham Efendi, menegaskan perubahan regulasi harus menjadi momentum evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, evaluasi penting agar program lebih tepat sasaran dan terukur. Fraksi menuntut penjelasan Pemko Medan mengenai capaian Perda selama ini.
"Perubahan regulasi perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kondisi nyata masyarakat,"
Ketepatan data desil dan mekanisme koreksi
Fraksi PKS mempertanyakan keterlibatan Pemko Medan dalam penetapan kategori desil masyarakat. Mereka juga meminta langkah koreksi bila ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dan kategori desil yang ditetapkan. Akurasi data disebut krusial agar bantuan sosial menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkan.
"Pemerintah harus memastikan data masyarakat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, perlu ada mekanisme koreksi yang jelas agar masyarakat yang berhak tidak kehilangan akses terhadap bantuan,"
Pengukuran efektivitas program dan anggaran
Fraksi PKS menyorot pula efektivitas berbagai program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan. Mereka meminta Pemko menjelaskan program mana yang paling berdampak dan metode yang dipakai untuk mengukur keberhasilan. Selain itu, Fraksi mempertanyakan besaran anggaran dua tahun terakhir untuk program ini dan indikator pemanfaatannya.
"Bagi Fraksi PKS, keberhasilan penanggulangan kemiskinan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan atau jumlah bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, diperlukan ukuran yang jelas untuk mengetahui apakah program pemerintah benar-benar mampu memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat dan mengurangi beban keluarga miskin,"
Implikasi dan langkah ke depan
Fraksi PKS menuntut transparansi data serta mekanisme evaluasi yang regular dan berbasis bukti. Permintaan ini mengarah pada kebutuhan perbaikan tata kelola bantuan sosial dan penguatan indikator kinerja program. Ke depan, DPRD dan Pemko diharapkan menyepakati mekanisme evaluasi yang mampu menjamin efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sekretaris Dinas Labuhanbatu Didakwa Tipu 20 Laptop, Rugikan Rp183,5 Juta
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu, Mudasir, didakwa menipu pengadaan 20 laptop yang merugikan Rp183,5...
PSMS Menang 2-1 atas PSIS, Bobby Minta Persiapan Stadion dan Optimisme Promosi
PSMS Medan menang 2-1 atas PSIS (25/10) dan naik ke posisi dua Grup A; Gubernur Bobby minta perbaikan stadio...
Petani Sipirok Keluhkan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET
Petani Sipirok mengeluhkan NPK Phonska dijual Rp150.000 per sak, jauh di atas HET Rp92.000; mereka minta Din...
Polres Tapteng Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi dan 14 Tabung LPG
Polres Tapteng menangkap SS (45) usai ditemukan enam jerigen Pertalite dan 14 tabung LPG 3 kg yang diduga ak...
PIKI Samosir Dilantik, Diharap Jadi Mitra Strategis Pembangunan
DPC PIKI Samosir periode 2026–2031 dilantik 25 Oktober di Pangururan; diharapkan jadi mitra strategis dalam...
Polres Taput Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Selama 14 Hari
Polres Tapanuli Utara menggelar Operasi Patuh Toba 2026 selama 14 hari untuk menekan kecelakaan, menindak pe...