Nasional

Pemerintah Siapkan Lokasi PFII di Jakarta

Bagikan:
Ilustrasi gedung perkantoran di Jakarta sebagai calon lokasi PFII

Pemerintah menyiapkan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan berencana mengumumkan posisi resmi kawasan itu melalui otoritas terkait. Pernyataan disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada keterangan pers yang disiarkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pemerintah juga sedang memfinalisasi perangkat pendukung untuk percepatan pembentukan PFII.

Lokasi dan mekanisme pengumuman

Prasetyo mengatakan pemerintah telah memilih lokasi untuk PFII, namun belum membuka rincian kepada publik. Menurutnya, pengumuman resmi akan dilakukan oleh otoritas yang berwenang dan kawasan itu akan diberlakukan sebagai zona dengan ketentuan khusus. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan final terkait lokasi masih menunggu proses administratif.

Tujuan pembentukan dan dampak ekonomi

Pemerintah menilai pembentukan PFII sebagai langkah strategis untuk menarik investasi global dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Prasetyo menyebut Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang besar dan prasyarat penting untuk masuknya modal dari berbagai negara. Dengan zona khusus, diharapkan iklim investasi menjadi lebih kompetitif.

“Yang penting adalah idenya, selama ini kita belum punya itu. Sekarang Indonesia dianggap memiliki potensi besar dan prasyarat penting bagi hadirnya investasi,”

Status hukum dan persiapan

Dasar hukum pembentukan PFII telah tersedia. Undang-Undang PFII disahkan pada akhir Juli 2026, yang membuka kerangka legal untuk penetapan zona dan kebijakan fiskal atau regulasi khusus. Pemerintah menyatakan akan mempercepat penyelesaian seluruh kebutuhan pendukung, termasuk regulasi pelaksana dan fasilitas administrasi.

Catatan historis dan langkah berikutnya

Sebelumnya, Presiden menyebut Jakarta dan Bali sebagai opsi lokasi PFII dalam pidato kenegaraan di DPR. Pernyataan tersebut menjadi dasar diskusi publik mengenai pemilihan kawasan dan potensi dampaknya terhadap ekonomi lokal dan nasional. Ke depan, otoritas terkait akan menerbitkan penetapan lokasi, zonasi, dan ketentuan teknis yang harus dipenuhi calon kawasan PFII.

Implementasi PFII berpotensi mendorong masuknya investasi asing langsung, pertumbuhan sektor jasa keuangan, dan penciptaan lapangan kerja. Namun, keberhasilan bergantung pada detail regulasi, kecepatan pelaksanaan, dan koordinasi antar-lembaga. Publik diharapkan menunggu pengumuman resmi untuk rincian lokasi dan mekanisme insentif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait