Petir Sambar Pemain Sepakbola di Aceh Timur, 1 Tewas
Aceh Timur — Tiga pemain sepakbola disambar petir saat mengikuti Turnamen Sepak Bola Antar Dusun di Lapangan Gampong Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Senin (24/8) sekitar pukul 17.30. Satu pemain tewas, sedangkan dua lainnya dirawat di rumah sakit setempat.
Kronologi kejadian
Peristiwa terjadi ketika hujan mulai turun dan langit menunjukkan tanda-tanda badai petir. Meski demikian, wasit tidak menghentikan pertandingan karena anggapan cuaca masih biasa. Tiba-tiba terdengar suara petir keras dan tiga pemain terjatuh secara bersamaan di lapangan.
Penonton sempat mencari perlindungan di bawah pohon dan rumah warga. Warga lalu mengevakuasi ketiga pemain itu ke pinggir lapangan sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Korban dan penanganan medis
Korban meninggal bernama Aril Ramadhan, 17 tahun, warga Pante Panah. Dua pemain lain, Syawal Fazli, 26, dan Halim Wahidin, 22, mengalami luka dan hingga kini dirawat di RSUD Dr Zubir Mahmud, Idi.
Pihak rumah sakit memberikan perawatan medis bagi korban luka. Kondisi kedua pasien sedang dimonitor oleh tim medis untuk memastikan stabilitas dan pemulihan.
Imbauan pemerintah daerah
Camat Pante Bidari, Darkasyi, membenarkan peristiwa itu setelah melakukan pengecekan dengan kepala desa setempat. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian saat cuaca buruk dan kegiatan luar ruangan.
Dua orang masih dirawat dan satu orang meninggal dunia. Jangan berlindung di pohon dan jangan bermain di lapangan terbuka saat terjadi petir, karena bisa berdampak fatal,
Tips keselamatan saat petir
Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan untuk mengurangi risiko sambaran petir saat berada di luar ruangan:
- Hentikan aktivitas luar ruangan segera saat terdengar gemuruh petir.
- Jangan berlindung di bawah pohon karena pohon dapat menarik petir.
- Masuk ke bangunan tertutup atau kendaraan bermotor jika memungkinkan.
- Hindari lapangan terbuka atau area tinggi sampai cuaca benar-benar membaik.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan pada acara olahraga komunitas, terutama saat cuaca tidak stabil. Penyelenggara turnamen dan wasit diharapkan lebih sigap mengambil keputusan menunda atau menghentikan pertandingan saat ancaman petir terlihat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Satlantas Polres Aceh Besar Gelar Police Go To School di Jantho
Satlantas Polres Aceh Besar menggelar Police Go To School di SMK Negeri 1 Kota Jantho, 24/8, lengkap dengan...
Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi di Pidie Bersama Ratusan Yatim
Wagub Aceh Fadhlullah hadir pada peringatan Maulid Nabi di Pidie, Selasa (25/8), berbagi kebahagiaan dengan...
Pemko Medan Berkomitmen Bangun Ulang Rumah Korban Angin Puting Beliung
Pemko Medan berjanji membangun ulang rumah korban angin puting beliung di sembilan kecamatan; BPBD menyalurk...
Rico Waas Dorong Peran Perempuan Lebih Besar dalam Pembangunan Medan
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong keterlibatan perempuan dalam pemerintahan dan ekonomi melalui peningkata...
Kadis LH Deliserdang Mangkir Dua Kali, Banggar DPRD Minta Evaluasi
Banggar DPRD Deliserdang mengecam Kadis LH Rio Laka Dewa yang dua kali mangkir dari undangan rapat pembahasa...
Dinas LH Deliserdang Tanggapi Rencana Laporan soal PT Leomas
Kepala Dinas LH Deliserdang mempertanyakan rencana DPRD melapor ke Menteri soal rekomendasi penutupan PT Leo...