Rico Waas Dorong Peran Perempuan Lebih Besar dalam Pembangunan Medan
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas mendorong keterlibatan perempuan lebih besar dalam pembangunan kota, Selasa (25/8). Ia menilai kompleksitas masalah kota metropolitan membutuhkan perspektif dan kapasitas kepemimpinan dari laki-laki dan perempuan secara setara. Langkah ini diwujudkan lewat peningkatan perwakilan di birokrasi serta program pemberdayaan ekonomi.
Keterwakilan di jabatan strategis
Rico mengakui keterwakilan perempuan di jabatan eselon II Pemko Medan belum mencapai target ideal, yaitu 30 persen. Meski demikian, pemerintah kota tidak ingin membatasi ruang perempuan dalam struktur pemerintahan. Pemko secara bertahap membuka peluang bagi birokrat perempuan yang memiliki kapasitas teknis, integritas, dan kemampuan kepemimpinan.
Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis kini dipimpin perempuan. Di antaranya Melvi Marlabayana Girsang sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Edliaty sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan KB.
Pemberdayaan ekonomi sebagai prioritas
Rico menegaskan peran perempuan tidak hanya soal jumlah dalam jabatan, tetapi juga kontribusi terhadap ekonomi keluarga dan kota. Pemko mengarahkan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah agar perempuan dapat berkembang secara sosial dan ekonomi.
Salah satu fokus adalah pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat akar rumput melalui usaha mikro dan kecil. Penguatan kapasitas usaha perempuan dianggap penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendongkrak ekonomi lokal.
Pendataan dan pelatihan UMKM perempuan
Pemko Medan, melalui sinergi Dinas Koperasi dan UMKM dengan DP3APMPPKB, menyelenggarakan pelatihan bertahap. Program mencakup pembinaan pengelolaan keuangan usaha, inkubasi bisnis, hingga pengembangan pemasaran produk kriya dan wastra lewat Galeri Dekranasda Kota Medan.
Untuk membuat program lebih tepat sasaran, Rico menginstruksikan camat dan lurah se-Kota Medan aktif meregistrasi pelaku UMKM perempuan di wilayah masing-masing. Pendataan hingga tingkat lingkungan diharapkan memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat bantuan serta pendampingan.
Kapasitas perempuan dalam tata kelola kota
Rico menilai banyak perempuan yang sangat kreatif, memiliki cara kerja baik, serta kuat dalam tech talk dan think tank. Ia percaya perempuan mampu mengisi peran mulai dari kepemimpinan, koordinasi hingga analisis kebijakan.
"Saya berharap perempuan bisa berkontribusi lebih banyak lagi. Mereka memiliki potensi yang sama dengan siapa pun,"
Dampak dan prospek
Penguatan peran perempuan di birokrasi dan ekonomi tidak hanya menaikkan representasi, tetapi juga menambah sumber daya untuk menjawab persoalan kota yang semakin kompleks. Dengan ruang yang semakin luas bagi perempuan, Pemko Medan berharap potensi kolektif dapat dimobilisasi untuk memperbaiki layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polsek Siantar Barat Gelar Sapa Saling di Pos Kamling Dwikora
Polsek Siantar Barat menggelar Sapa Saling di Pos Kamling Dwikora malam ini untuk meningkatkan keamanan ling...
Anak Korban Dugaan Kekerasan Dirawat Intensif di RSU Haji Medan
AGP (7) korban dugaan kekerasan dirawat intensif di RSU Haji Medan setelah dirujuk dari Sidikalang; terduga...
Polres Langkat Tangkap 7 Tersangka Kasus Curas di Empat Lokasi
Satreskrim Polres Langkat menangkap tujuh terduga tersangka kasus curas di empat lokasi; barang bukti pisau...
Kakanwil Kemenag Sumut Lantik 168 Pejabat KUA
Kakanwil Kemenag Sumut melantik 168 PNS termasuk 165 Kepala KUA pada 24 Agustus, menekankan integritas, anti...
Langkat Teken KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Defisit Rp298,69 M
Plt Bupati Langkat tandatangani KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026; pendapatan Rp2,58 T, belanja Rp2,88 T, defisi...
Kapolres Simalungun Periksa Mendadak Handphone, Larang Judi Online
Kapolres Simalungun periksa handphone personel usai apel (24/8) untuk memastikan anggota tidak mengakses jud...