Komisi IV Apresiasi Pemangkasan Aturan Distribusi Pupuk
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyatakan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang memangkas aturan untuk mempercepat distribusi pupuk kepada petani. Pernyataan disampaikan melalui keterangan resmi pada Sabtu, 27 Juni 2026, terkait upaya pemotongan 145 aturan yang dinilai menghambat akses pupuk.
Pemangkasan aturan percepat akses pupuk
Titiek Soeharto menilai pemangkasan itu membuat proses pengadaan dan penyaluran pupuk menjadi lebih singkat. Ia mengatakan perubahan prosedur bertujuan agar petani mendapatkan pupuk tepat waktu. Komisi IV akan terus melakukan pengawasan agar aturan baru berjalan efektif.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memotong aturan-aturan yang tadinya itu 145 aturan untuk mendapatkan pupuk ini. Ini dipotong, diperpendek sekali sehingga petani dapat pupuk ini tepat waktu,"
Penurunan harga pupuk untuk ringankan beban petani
Selain menyederhanakan regulasi, Titiek juga memberi apresiasi atas kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi. Pemerintah memberikan potongan harga sehingga pupuk lebih terjangkau bagi petani. Menurutnya, kebijakan ini meningkatkan semangat bercocok tanam.
"Pemerintah sudah memberikan diskon pada harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sehingga ini sangat membantu bagi petani-petani. Sehingga petani lebih bergairah lagi untuk bercocok tanam dalam rangka kita segera swasembada pangan ini,"
Peran data dan e-RDKK untuk penyaluran tepat sasaran
Komisi IV menyoroti pentingnya akurasi data petani sebagai dasar penyaluran pupuk subsidi. Penggunaan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dinilai krusial untuk memastikan alokasi sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Data yang akurat membantu menentukan jumlah pupuk, waktu penggunaan, dan jenis pupuk yang cocok untuk setiap komoditas. Tanpa data yang tepat, penyaluran berisiko tidak sasaran dan menimbulkan pemborosan.
Penyuluh pertanian dan pengawasan distribusi
Titiek menekankan pentingnya peran aktif penyuluh pertanian. Penyuluh diminta memberi edukasi kepada petani tentang cara mengisi dan memperbarui data di e-RDKK. Langkah ini dianggap sebagai kunci agar administrasi dan distribusi berjalan lancar.
Komisi IV juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi disalurkan tepat waktu dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi. Pengawasan dianggap penting karena pupuk berperan utama dalam menjaga produktivitas pertanian.
Dengan kombinasi penyederhanaan regulasi, penurunan harga, dan perbaikan basis data, Komisi IV berharap program penyaluran pupuk subsidi menjadi lebih efektif. Langkah-langkah ini diharapkan mempercepat upaya swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bakom: 42 Sekolah Unggul Garuda Transformasi Sudah Beroperasi
Bakom RI mencatat 42 Sekolah Unggul Garuda Transformasi beroperasi di 15 provinsi hingga 19 Agustus 2026, ba...
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...