Menteri LH Dorong Perdagangan Karbon Wonosobo Jadi Sumber Ekonomi
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mendorong optimalisasi perdagangan karbon di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Senin, 10 Agustus 2026, saat membahas potensi hutan, vegetasi lebat, dan partisipasi warga dalam penghijauan.
Potensi karbon dan mekanisme transparan
Jumhur menilai Wonosobo memiliki modal alam yang kuat untuk perdagangan karbon. Kawasan hutan dan tutupan vegetasi mendukung kemampuan serapan karbon yang tinggi. Pemerintah pusat melalui KLH berkomitmen memastikan mekanisme perdagangan berjalan transparan agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjaga lingkungan.
"Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang,"
Dengan mekanisme yang jelas, pendapatan dari karbon dapat menjadi insentif bagi petani dan komunitas lokal untuk melestarikan lahan.
Penghijauan kopi di lereng Sindoro dan Sumbing
Pemkab Wonosobo sudah mendorong penanaman ratusan ribu pohon kopi di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Program ini bertujuan menggabungkan fungsi konservasi dan produktivitas pertanian. Penanaman kopi diharapkan meningkatkan daya dukung ekosistem sekaligus menaikkan produktivitas lahan.
Selain manfaat lingkungan, program itu ditargetkan memperbaiki kesejahteraan warga melalui hasil kopi yang bernilai tambah dan potensi pendapatan dari perdagangan karbon.
Eco-tourism sebagai sumber pendapatan baru
Selain perdagangan karbon, Jumhur mendorong pengembangan pariwisata berbasis lingkungan atau eco-tourism. Potensi keindahan alam dan budaya Wonosobo dinilai bisa menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia menyebutkan dialog dengan Bupati dan tokoh setempat untuk merancang wisata yang berkaitan dengan pemuliaan lingkungan. Pengembangan ini diharapkan berjalan paralel dengan program penghijauan sehingga konservasi dan ekonomi lokal saling menguatkan.
Sinergi pusat-daerah dan prospek ke depan
Jumhur menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar potensi lingkungan Wonosobo berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Dukungan kebijakan, pendanaan, dan sistem verifikasi karbon menjadi kunci pelaksanaan.
Jika dijalankan konsisten, kombinasi perdagangan karbon, pertanian berkelanjutan, dan eco-tourism dapat membuka sumber pendapatan baru tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...
Komdigi: Notifikasi Tak Cukup Lindungi Sisa Kuota Internet
Komdigi menilai notifikasi belum cukup untuk melindungi sisa kuota internet; beberapa operator masih mengand...
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...