Pratikno Tekankan Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatra
Menko PMK Pratikno menegaskan percepatan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi prioritas pemerintah untuk memulihkan masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026.
Percepatan pelaksanaan di lapangan
Pratikno menekankan keberhasilan pemulihan bukan semata soal pencairan anggaran. Yang utama adalah memastikan program segera dirasakan oleh warga di lapangan. Pemerintah pusat fokus mempercepat implementasi agar bantuan dan perbaikan infrastruktur nyata terlihat di daerah terdampak.
"Yang perlu dikawal bukan hanya pencairan anggaran. Tetapi juga bagaimana program bisa dilaksanakan secepat-cepatnya di lapangan," kata Pratikno sebagai Ketua Tim Pengarah Satgas Rehab-Rekon Pascabencana.
Penyaluran anggaran dan proses administrasi
Menurut Pratikno, sebagian besar anggaran untuk kementerian dan lembaga telah disalurkan ke daerah. Namun beberapa alur penganggaran masih dalam proses penyelesaian. Pemerintah berupaya mempercepat proses administrasi agar dana bisa digunakan lebih cepat untuk kebutuhan mendesak.
"Sebagian besar anggaran untuk KL (Kementerian/Lembaga) sudah turun. Kemudian ada yang masih berproses," ujarnya.
Pengawasan, monitoring, dan akuntabilitas
Pemerintah menaruh perhatian pada aspek pengawasan untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah ini meliputi peningkatan monitoring, pelaporan berkala, dan evaluasi agar tidak terjadi penyimpangan atau tumpang tindih program.
Pratikno mengatakan pengawasan juga penting untuk memastikan kebutuhan penting masyarakat tidak terlewat selama proses pemulihan.
Koordinasi antar lembaga dan daerah
Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan kementerian teknis, BNPB, dan pemerintah daerah. Sinergi ini ditujukan untuk menyelaraskan prioritas dan mempercepat realisasi kegiatan di lapangan.
Daerah terdampak yang menjadi fokus yakni:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
Dengan kombinasi percepatan administrasi, penguatan pengawasan, dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan langkah sesuai kebutuhan masyarakat agar pemulihan pascabencana berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Menko PMK Percepat Rehab Rekon Pascabencana di Sumatera
Menko PMK Pratikno minta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar de...
Tinjau Pasar Mbongawani, Wapres Dorong Penguatan Ekonomi Ende
Wapres Gibran meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende; 85 kios siap operasi akhir Juni 2026 untu...
200 Pengusaha Asing Ramaikan IIES 2026 untuk Dorong Manufaktur
IIES 2026 di ICE BSD City diikuti 200 pengusaha asing, membuka peluang bisnis, investasi, dan ekspor-impor u...
Kementerian P2MI Fasilitasi 433.169 Pekerja Migran lewat MoU Lintas Lembaga
Kementerian P2MI fasilitasi penempatan 433.169 pekerja migran lewat MoU dengan Pemprov Banten, Ika Untirta,...
BGN Evaluasi Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar
BGN akan evaluasi satu per satu dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar untuk menjaga kualitas layanan...
Perajin Genteng Jatiwangi Kejar SNI agar Bersaing di Pasar Global
Perajin genteng Jatiwangi kejar sertifikat SNI lewat Program Gentengisasi untuk masuk pasar global dan menin...