Ratusan Ribu Penumpang Padati Kereta di Bandung saat Libur
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang saat masa libur di Jawa Barat. Selama periode tersebut tercatat 91.678 penumpang armada jarak jauh dan 208.942 penumpang jaringan rel lokal yang melayani rute-rute di provinsi ini. KAI memproyeksikan tingginya permintaan karena banyak wisatawan memilih kereta untuk kenyamanan dan efisiensi perjalanan.
Rekapitulasi pergerakan penumpang
Data internal KAI menunjukkan jumlah penumpang Whoosh mencapai 75.097 pengguna yang menuju pusat destinasi favorit di Jawa Barat. Selain itu, layanan kereta kelas Parahyangan mencatat keberangkatan 18.006 pelanggan menuju wilayah Tatar Sunda.
- 91.678 penumpang armada jarak jauh (total)
- 75.097 pengguna layanan Whoosh menuju pusat destinasi
- 208.942 penumpang jaringan rel lokal
- 8.038 pelancong berangkat dari Stasiun Bandung menuju Gambir
- 7.624 kedatangan pelanggan ke berbagai titik wisata di ibu kota provinsi
Perbandingan dan kenaikan volume
KAI melaporkan kenaikan volume penumpang armada lokal sebesar 2,87%. Sementara operator Whoosh mencatat peningkatan riwayat pesanan hingga 17,80%. Angka ini menjadi indikator preferensi masyarakat terhadap moda rel selama libur panjang.
Tekanan pada akses jalan dan pilihan transportasi
Di sisi jalan raya, petugas pengatur mencatat masuknya 87.918 kendaraan pribadi ke kawasan ibu kota provinsi pada Jumat, 15 Mei 2026. Kondisi ini memperlihatkan tekanan ganda pada infrastruktur transportasi, sehingga banyak pelancong beralih ke moda rel yang dinilai lebih praktis.
Pernyataan resmi KAI
"Bandung memiliki karakter wisata yang lengkap, mulai dari suasana kota yang sejuk, wisata kuliner, kawasan kreatif, hingga banyak pilihan aktivitas keluarga. Kereta api menjadi pilihan karena perjalanan terasa lebih praktis dan pelanggan dapat menikmati waktu libur dengan lebih santai," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, Minggu, 17 Mei 2026.
"Transportasi rel membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terukur selama masa libur panjang. Pelanggan juga memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati suasana kota, berkumpul bersama keluarga, dan menjalani perjalanan dengan lebih santai," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Impak dan prospek ke depan
Kenaikan permintaan mendorong operator untuk memantau kapasitas dan jadwal layanan selama puncak liburan berikutnya. Jika tren berlanjut, KAI kemungkinan akan menambah frekuensi perjalanan atau kapasitas kereta untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan kenyamanan pengguna.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...