Nasional

Wamendikdasmen Tegaskan Penguatan PNFI untuk Ekosistem Pendidikan

Bagikan:

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya penguatan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) sebagai bagian integral ekosistem pendidikan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola PNFI di BBPPMPV BMTI, Cimahi, Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2026. Penguatan PNFI dimaksudkan untuk mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dan Asta Cita keempat terkait pengembangan sumber daya manusia.

Revisi UU Sistem Pendidikan Nasional dan posisi PNFI

Fajar menjelaskan bahwa pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional diarahkan untuk memperkuat posisi pendidikan formal, nonformal, dan informal secara simultan. Tujuannya menjadikan ketiganya sebagai satu kesatuan yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Selama ini pendidikan nonformal sering dipandang hanya sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal. Cara pandang tersebut berdampak terhadap kebijakan, anggaran, animo masyarakat, dan kualitas layanan.

Fajar menambahkan bahwa paradigma mesti bergeser: PNFI perlu diperkuat sebagai bagian utuh dari sistem pendidikan nasional.

Pergeseran orientasi: dari ijazah ke kompetensi

Wamen menekankan perubahan orientasi penilaian pendidikan, dari sekadar kepemilikan ijazah menuju penguasaan kompetensi dan pembentukan karakter. Salah satu inisiatif yang didorong adalah pengakuan terhadap microcredentials yang mencerminkan kemampuan terukur peserta didik.

Pada era kompetensi dan kecerdasan artifisial. Yang penting tidak hanya ijazah, tetapi juga kemampuan yang benar-benar dikuasai dan karakter yang tumbuh melalui proses belajar.

PNFI sebagai pembelajaran di berbagai ruang

Fajar menggarisbawahi sifat PNFI yang fleksibel dan adaptif serta dekat dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat. Pendidikan tidak lagi terbatas pada sekolah semata.

  • Keluarga
  • Komunitas
  • Tempat kerja
  • Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
  • Sanggar Kegiatan Belajar
  • Lembaga Kursus dan Pelatihan

Tata kelola, data, dan mutu pembelajaran

Menurut Fajar, penguatan PNFI harus diikuti peningkatan tata kelola, akurasi data peserta didik, kapasitas kelembagaan, dan mutu pembelajaran. Jawa Barat disebut memiliki salah satu ekosistem PNFI terbesar, sehingga tuntutan peningkatan kualitas layanan menjadi lebih mendesak.

Fajar menegaskan bahwa data harus menggambarkan kondisi nyata agar kebijakan, anggaran, dan program dapat tepat sasaran. PNFI bukan hanya soal memperluas akses atau menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), tetapi memastikan setiap warga belajar memperoleh kompetensi dan bekal hidup.

Kolaborasi pemerintah dan masyarakat

Direktur PNFI Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, mengapresiasi peran kelompok masyarakat yang sukarela membantu pendataan ATS. Inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat untuk menemukan serta mendampingi anak yang belum memperoleh layanan pendidikan.

Ke depan, penguatan PNFI diharapkan memperkuat koneksi antara kebijakan revisi UU, pengakuan kompetensi baru, serta perbaikan tata kelola. Langkah-langkah ini bertujuan agar PNFI benar-benar berfungsi sebagai jalur belajar sepanjang hayat dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga belajar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait