Wamendagri: Pengendalian Inflasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pengendalian inflasi menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 28 Juli 2026, saat membahas peran stabilitas harga dalam mendorong konsumsi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja.
Inflasi sebagai pendorong atau penghambat pertumbuhan
Bima menyatakan stabilitas inflasi memberi dampak positif ke berbagai sektor. Menurutnya, jika inflasi berhasil dikelola, efeknya akan terasa luas pada konsumsi rumah tangga dan aktivitas produksi.
Kalau kita berhasil mengelola inflasi maka spillover efeknya banyak, mendorong konsumsi, menstimulasi produksi, membuka lapangan pekerjaan, dan sesuai dengan target Bapak Presiden 8 persen of economic growth,
Tantangan daerah berbeda-beda
Wamendagri menyoroti bahwa karakteristik penyebab inflasi berbeda antar daerah. Di wilayah Bali, NTB, dan NTT, faktor konektivitas antarpulau, biaya logistik, dinamika pariwisata, hari besar keagamaan, dan kondisi cuaca menjadi penentu utama kestabilan harga pangan.
Ia mencontohkan biaya logistik yang tinggi membuat distribusi sama krusialnya dengan produksi. Perbedaan kondisi tersebut menuntut kebijakan yang disesuaikan pada level daerah.
Langkah memperkuat ketahanan pangan
Bima mengajak pemerintah daerah meningkatkan kerja sama antardaerah untuk menjaga kelancaran distribusi dan pasokan pangan. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan harga secara real time dan perlindungan lahan pertanian.
- Meningkatkan sinergi antardaerah demi kelancaran distribusi;
- Memanfaatkan data dan sistem pemantauan harga real time;
- Mengoptimalkan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam perencanaan tata ruang;
- Menekan biaya logistik untuk meningkatkan efisiensi distribusi pangan.
Kolaborasi lintas sektor
Wamendagri menggarisbawahi bahwa pengendalian inflasi bukan tugas tunggal pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan, dan pemangku kepentingan lain agar stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga.
Kementerian Dalam Negeri disebut konsisten mengawal upaya ini melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang rutin digelar sejak Oktober 2022. Pendekatan koordinatif diharapkan meredam gejolak harga sekaligus mendukung target pertumbuhan nasional.
Dengan strategi distribusi yang lebih baik, pemanfaatan teknologi untuk monitoring harga, serta perlindungan lahan pangan, Bima berharap stabilitas inflasi dapat tercapai dan mendukung target pertumbuhan jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...