Nasional

Wamenpar: Peran Perempuan Kunci Majukan Pariwisata

Bagikan:
Ni Luh Puspa menekankan peran perempuan dalam pengembangan pariwisata Indonesia

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pengembangan pariwisata Indonesia, Selasa, 28 Juli 2026. Ia menyatakan perempuan berkontribusi dari pelaku usaha hingga pemimpin komunitas, sehingga diperlukan kebijakan dan akses yang lebih luas untuk kepemimpinan.

Peran perempuan di lapangan

Ni Luh merinci peran perempuan dalam berbagai aktivitas pariwisata. Mereka aktif mengelola desa wisata, menjalankan homestay, serta menggerakkan UMKM kuliner dan kriya. Perempuan juga menjadi penenun, perajin, pemandu wisata, dan pelestari seni budaya yang membentuk identitas destinasi.

  • Pengelola desa wisata
  • Pemilik homestay
  • Pelaku UMKM kuliner dan kriya
  • Penenun dan perajin
  • Pemandu wisata dan pelestari seni budaya

Kesenjangan kepemimpinan dan akses

Meski tenaga kerja sektor pariwisata didominasi perempuan, kesempatan menduduki posisi strategis masih terbatas. Ni Luh menilai hal itu menghambat pergerakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Masih ada anggapan perempuan hanya menjadi pelengkap, padahal tanpa perempuan, ekosistem pariwisata tidak akan bergerak.

Menurutnya, memperluas akses ke posisi pengambilan keputusan penting untuk memperkuat daya saing destinasi serta keberlanjutan ekonomi lokal.

Komitmen kementerian dan kebijakan

Untuk mengatasi ketimpangan, Ni Luh menekankan perlunya kebijakan yang mendukung peningkatan peran perempuan dalam posisi strategis. Ia menyoroti pentingnya memberikan kesempatan kepemimpinan yang lebih luas.

Kami di sana sangat menjunjung tinggi kolaborasi. Pemimpin pariwisata adalah pemimpin yang menjadi kolaborator, orkestrator, dan juga katalisator.

Ni Luh menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata berkomitmen mendukung kesetaraan gender melalui penguatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan sektor pariwisata.

Ajakan kolaborasi dan prospek ke depan

Wamenpar mengajak perempuan terus memperkuat jejaring dan kolaborasi kepemimpinan. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan pariwisata yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dengan perluasan akses kepemimpinan dan dukungan kebijakan, sektor pariwisata diharapkan bisa memaksimalkan potensi perempuan sebagai penggerak utama pembangunan destinasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait