Prabowo Dijadwalkan Hadiri Wisuda IPDN 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pelantikan wisudawan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Rabu, 29 Juli 2026. Acara berlangsung di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Namun, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian kehadiran Kepala Negara.
Jadwal dan persiapan kedatangan
Wamen Bima Arya mengatakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah berada di kampus untuk mempersiapkan kedatangan Presiden. Persiapan meliputi protokol, pengaturan tempat, dan kelancaran acara wisuda.
"Mudah-mudahan tidak ada perubahan agenda,"
Bima menegaskan timnya berupaya memaksimalkan persiapan. Meski demikian, ia mengingatkan situasi dapat berubah karena kesibukan Kepala Negara.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk kedatangan Bapak Presiden di Jatinangor untuk wisuda para praja ya. Pak Menteri sendiri sekarang posisinya sedang di kampus IPDN mempersiapkan segala sesuatunya agar maksimal,"
"Kita masih menunggu kepastian. Kita masih menunggu kepastian,"
Rincian wisudawan
Sidang Senat Terbuka IPDN mewisuda total 1.404 mahasiswa untuk tahun akademik 2025/2026. Wisudawan berasal dari berbagai program dan jenjang pendidikan di institusi tersebut.
- 45 Doktor Ilmu Pemerintahan
- 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan
- 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan
- 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan
Pesan Menteri Dalam Negeri
Mendagri Tito Karnavian menilai wisuda bukan sekadar perayaan. Ia menyebut momen ini menandai kelahiran ilmuwan dan awal pengabdian para lulusan sebagai aparatur negara.
"Wisuda ini merupakan momen penting yang mengantarkan para mahasiswa magister, doktor, termasuk praja IPDN menjadi seorang ilmuwan. Terlebih, pekerjaan di bidang pemerintahan merupakan profesi yang harus didasarkan pada ilmu pengetahuan,"
Tito menekankan bahwa profesi pemerintahan harus memiliki disiplin ilmu, kode etik, dan orientasi pengabdian kepada masyarakat. Penguasaan ilmu menjadi pembeda penting antara kebijakan berbasis kajian ilmiah dan keputusan yang hanya mengandalkan intuisi.
"Karena itu, lulusan IPDN dibekali kemampuan berpikir ilmiah agar mampu menyusun kebijakan publik. Tentu berdasarkan teori, data, dan metodologi yang tepat,"
Dia juga mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan. Bagi para lulusan, ini adalah titik awal pengabdian sebagai ASN yang akan memikul tanggung jawab melayani masyarakat.
Hingga saat berita ini disusun, kepastian kehadiran Presiden Prabowo masih menunggu konfirmasi resmi dari istana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...