Wamen Ekraf Jajaki Kolaborasi BaLiTa Run untuk Perluas IP Lokal
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjajaki kolaborasi dengan penyelenggara Baba Lili Tata (BaLiTa) Family Market & Run untuk memperkuat dan memperluas pasar kekayaan intelektual lokal. Audiensi berlangsung di Jakarta pada 27 Juli 2026, menjelang penyelenggaraan acara 6–16 Agustus 2026.
“Baba Lili Tata Run menunjukkan ekonomi kreatif dapat dihadirkan melalui pengalaman yang menyenangkan, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Irene Umar.
Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang dukungan terutama dalam bentuk promosi dan jejaring kolaborasi. Dukungan ini diharapkan memperkenalkan BaLiTa sekaligus membuka ruang bagi karya dan produk kreatif lokal.
Rencana dukungan dan integrasi dengan perayaan
Irene menyampaikan kegiatan BaLiTa pada Agustus dapat diintegrasikan dengan rangkaian perayaan Kemerdekaan RI. Menurutnya, acara ini juga berpotensi bermitra dengan jenama pendukung untuk menghadirkan aktivasi dan merchandise yang terkait IP lokal.
Pihak kementerian akan memfokuskan dukungan pada promosi serta koneksi ke jaringan yang relevan. Tujuannya untuk meningkatkan jangkauan audiens dan peluang komersial bagi kreator lokal.
Potensi audiens dan pengembangan IP
Karakter BaLiTa saat ini memiliki basis lebih dari 17,6 juta subscribers di kanal YouTube. Angka itu menjadi modal untuk mengembangkan IP lewat pengalaman nyata yang menggabungkan olahraga, hiburan, komunitas, dan keluarga.
Project Manager Baba Lili Tata Run, Jessica, menyatakan acara ini ditargetkan menjadi event IP run pertama di Indonesia. Penyelenggara ingin membawa karakter BaLiTa ke dalam aktivitas olahraga bersama keluarga sebagai sarana promosi IP.
Rincian kategori dan paket
BaLiTa Run menyediakan beberapa kategori lari untuk peserta anak-anak dan keluarga, antara lain:
- 1,5 kilometer untuk anak usia 3–5 tahun
- 3 kilometer untuk anak usia 6–12 tahun
- Paket keluarga: satu anak dengan satu pendamping atau satu anak dengan dua pendamping
Aktivitas pendukung acara
Selain lari, acara dirancang sebagai festival keluarga dengan beragam aktivitas. Penyelenggara mengumumkan agenda berikut:
- Poundfit dan zumba
- Kompetisi anak
- Lokakarya seni
- Talkshow
- Pertunjukan komunitas dan sekolah
- Singing competition
Dengan kombinasi olahraga dan program kreatif, penyelenggara berharap BaLiTa Run dapat menjadi platform berkelanjutan bagi pengembangan IP lokal. Kemenparekraf dan PT Karya Wilasa Nusantara akan melanjutkan pembahasan teknis dan promosi menjelang pelaksanaan pada Agustus.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...