Lokal

Polda Sumut: Penembakan di Tanjung Morawa Dipicu Persaingan Ormas

Bagikan:
Lokasi Jalan Limau Mungkur Tanjung Morawa saat penembakan di Deliserdang

Medan — Direktorat Reskrimum Polda Sumut menyatakan aksi penembakan di Jalan Limau Mungkur, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, pada Minggu lalu dipicu persaingan antar organisasi masyarakat (ormas). Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Reskrimum Kombes Pol Cornelis Simanjuntak pada Kamis, 22 Oktober.

Kejadian dan korban

Peristiwa itu menewaskan satu orang bernama Donny Pacek. Korban ditembak saat melintas di Jalan Limau Mungkur. Menurut penyelidikan awal, pelaku menembak korban saat korban mengendarai mobil.

Kronologi singkat

Polisi menyebut peristiwa bermula dari keributan di kediaman seorang bernama Feri. Feri lantas menghubungi Donny untuk meminta bantuan. Saat Donny melintas, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor menembakkan pistol ke arah kendaraan korban.

"Penyebab aksi penembakan yang terjadi pada Minggu kemarin di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, akibat persaingan antar organisasi masyarakat (ormas),"

Pelaku dan proses hukum

Tim Ditreskrimum telah menangkap dua tersangka berinisial AAL dan DHC. Keduanya ditahan untuk proses hukum lebih lanjut dan pemeriksaan penyidikan sedang berlangsung.

"Direktorat Reskrimum Polda Sumut tidak memberikan toleransi terhadap aksi-aksi premanisme maupun kejahatan yang meresahkan masyarakat,"

Imbauan dan dampak

Polda Sumut mengimbau kelompok ormas untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. Penahanan kedua pelaku dimaksudkan untuk memastikan proses hukum berjalan dan mencegah aksi susulan.

Kasus ini menyoroti potensi eskalasi kekerasan akibat persaingan antarkelompok. Polisi menyatakan akan terus mengusut motif dan jaringan tersangka untuk mencegah terjadinya aksi serupa di wilayah Kabupaten Deliserdang dan sekitarnya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait