Lokal

Medan Perkuat Edukasi dan Rehabilitasi Atasi Penyalahgunaan Narkoba

Bagikan:
Ilustrasi edukasi pencegahan narkoba dan layanan kesehatan jiwa di Medan

Medan — Dinas Kesehatan Kota Medan merespons tingginya kasus penyalahgunaan napza dan maraknya peredaran new substance dalam bentuk pod getar di kalangan anak, remaja, dan dewasa. Pernyataan itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, Kamis (22/10), yang menekankan langkah-langkah strategis lintas sektor untuk pencegahan dan penanganan.

Langkah utama: edukasi dan promosi kesehatan

Dinas Kesehatan memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui puskesmas, sekolah, kegiatan masyarakat, dan media sosial. Edukasi difokuskan bukan hanya pada bahaya umum, tetapi juga keterampilan praktis menolak ajakan, mengenali faktor risiko, dan mengetahui jenis-jenis narkoba baru.

Kami mendorong edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan melalui puskesmas, sekolah, kegiatan masyarakat, media sosial, dan berbagai forum komunikasi publik. Edukasi tidak cukup hanya menjelaskan bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga harus membekali masyarakat dengan kemampuan menolak ajakan, mengenali faktor risiko, ragam jenis Narkoba yang terus dikembangkan dalam bentuk baru sebagai manipulative keberadaannya serta mencari pertolongan apabila menghadapi masalah penyalahgunaan narkoba, sehingga mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Peran puskesmas: pintu masuk layanan

Puskesmas dioptimalkan sebagai layanan promotif, preventif, dan rehabilitatif yang terdekat dengan masyarakat. Fungsi konseling, edukasi kesehatan jiwa, dan deteksi dini diperkuat sesuai kewenangan puskesmas.

Selain itu, puskesmas difungsikan sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi korban penyalahguna napza untuk memperoleh rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut dan layanan rehabilitasi medik.

Pencegahan khusus untuk anak dan remaja

Pemerintah kota menekankan perlindungan anak dan remaja sejak dini. Upaya ini melibatkan kerja sama Dinas Pendidikan, sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat.

Sebagai langkah nyata, Dinas Kesehatan telah menggelar edukasi dan skrining kesehatan jiwa serta napza di empat sekolah di Kota Medan sebagai bagian dari pencegahan.

Meningkatkan literasi kesehatan jiwa

Dinas menyoroti hubungan antara masalah kesehatan jiwa, tekanan pergaulan, konflik keluarga, dan risiko penyalahgunaan napza. Oleh karena itu, masyarakat didorong membangun lingkungan suportif dan memperkuat komunikasi keluarga.

Jika diperlukan, warga diimbau tidak ragu mencari bantuan tenaga profesional untuk penanganan lebih dini.

Kolaborasi lintas sektor

Pelaksanaan program akan diperkuat lewat sinergi lintas sektor sesuai amanat Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 442.02.K tentang pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Penanggulangan Napza.

Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan deteksi dini, akses rehabilitasi, dan pencegahan agresif terhadap peredaran pod getar dan jenis narkoba baru lainnya di Kota Medan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait