Lokal

2ICSEBi 2026: Konferensi Ekonomi Syariah di IAIN Langsa dorong pembangunan inklusif

Bagikan:
Suasana konferensi 2ICSEBi 2026 di IAIN Langsa dengan peserta dan pembicara internasional

IAIN Langsa — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Langsa menyelenggarakan 2nd International Conference on Sharia Economics and Business Innovation (2ICSEBi) 2026 pada 21–22 Oktober 2026. Konferensi dua hari ini mengumpulkan 238 penulis dari 49 institusi di empat negara untuk memperkuat peran ekonomi Islam dalam mendukung pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Konferensi dan partisipasi

Penyelenggara melaporkan konferensi menerima 74 artikel ilmiah yang dipresentasikan melalui sesi paralel. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan, diseminasi hasil penelitian, dan pembentukan jaringan akademik lintas negara.

Hadirnya peserta dari Indonesia, Malaysia, Spanyol, dan Finlandia menunjukkan upaya FEBI IAIN Langsa menjadikan forum ini sebagai pusat kolaborasi internasional di bidang ekonomi Islam.

Fokus pembahasan dan pembicara

Konferensi mengangkat tema Advancing Eco-Inclusive and Sustainable Development through Cross-Sectoral Innovation, yang mengintegrasikan aspek keuangan Islam, ekonomi digital, pelestarian ekologi, dan ilmu sosial kontemporer. Sesi menghadirkan pembicara internasional dan nasional untuk menyampaikan temuan serta rekomendasi kebijakan.

  • Prof. Ari Warokka — Universidad Autónoma de Madrid, Spanyol
  • Mohsin Abdur Rehman, Ph.D. — University of Oulu, Finlandia
  • Assoc. Prof. Mohd Syakir Mohd Rosdi — Universiti Sains Malaysia
  • Fadhil Ilyas, SH MH — Presiden Direktur Bank Aceh Syariah
  • Dr. Muhammad Riza MA — IAIN Langsa

Isu strategis yang dibahas meliputi:

  • keuangan Islam dan investasi hijau
  • ekonomi digital dan inklusi keuangan
  • perbankan ramah lingkungan dan industri halal
  • ekonomi sirkular, kebijakan publik, maqashid al-syariah, dan ketahanan masyarakat

Pandangan penyelenggara

Dekan FEBI IAIN Langsa, Dr. Muhammad Amin, menekankan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi ekonomi Islam yang relevan dan ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian alam.

“Pertumbuhan harus sesuai dengan penjagaan lingkungan dan ekologi, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama,”

Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, menambahkan bahwa etika ekonomi Islam dan keadilan sosial harus menjadi pijakan utama pembangunan. Ia memperingatkan dampak ekologis seperti kebakaran hutan yang menuntut pendekatan pembangunan lebih bertanggung jawab dan lintas batas.

Implikasi dan lanjutan

Agenda hari pertama diisi sesi pembukaan dan keynote, sementara hari kedua dipakai untuk presentasi paralel. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari edisi pertama pada November 2025 dan diharapkan memperluas kolaborasi akademik serta menghubungkan riset dengan kebutuhan pelaku ekonomi Islam.

Melalui forum internasional ini, FEBI IAIN Langsa menegaskan komitmennya menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan kerja sama internasional untuk mendukung pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait