Pemprov Sumut: GAMKI Mitra Strategis, Buka Pendidikan Kader Madya
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka Pendidikan Kader Tingkat Madya Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) pada Jumat, 28 Agustus, di Aula BPSDM Sumut, Jalan Ngalengko, Medan. Penjabat Sekda Sumut Timur Tumanggor menegaskan organisasi kepemudaan seperti GAMKI menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah dan penguatan nilai kebangsaan.
Pembukaan dan pesan Pemprov
Acara dibuka secara resmi oleh Timur Tumanggor yang meminta kader GAMKI berperan aktif membina generasi muda serta melayani masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai jembatan persatuan di tengah tantangan sosial dan perubahan gaya hidup.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memandang organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah... kehadiran GAMKI selama ini telah menunjukkan kontribusi dalam berbagai bidang,”
Timur juga mengajak peserta untuk menjadi teladan dalam nilai kejujuran, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, ia meminta kader memperkuat kerukunan antarumat beragama agar Sumut tetap aman dan memberi ruang tumbuh bagi pemuda.
Peran GAMKI dalam pembangunan daerah
Menurut pernyataan yang disampaikan pada pembukaan, GAMKI sejak lama terlibat dalam pembinaan pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan penguatan nilai kebangsaan. Pernyataan itu menempatkan organisasi ini sebagai salah satu aktor penting dalam program pemberdayaan masyarakat lokal.
Dengan posisi tersebut, pemerintah provinsi berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor. Harapannya, keterlibatan organisasi seperti GAMKI mempercepat implementasi program-program pembangunan di tingkat akar rumput.
Komitmen GAMKI dan arahan kepada kader
Ketua DPD GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, menyatakan siap mengawal program Pemprov Sumut. Ia menegaskan agar kader tidak menjadi penghambat di daerah masing-masing, melainkan menjadi penyambung aspirasi rakyat.
“Kami GAMKI Sumut akan terus mendukung Pemprov Sumut... kita harus jadi penyambung lidah rakyat dan penyejuk, jangan jadi batu sandungan di daerah masing-masing,”
Swangro menegaskan komitmen organisasi untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus menjaga semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.
Implikasi dan langkah ke depan
Pendidikan kader ini diharapkan meningkatkan kapasitas pemuda dalam memimpin inisiatif sosial dan kebangsaan di daerah. Ke depan, kolaborasi formal antara Pemprov Sumut dan organisasi kepemudaan seperti GAMKI dapat memperkuat pelaksanaan program pembangunan serta memperluas partisipasi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dan organisasi pemuda menargetkan terciptanya lingkungan yang inklusif dan kondusif bagi pertumbuhan generasi muda Sumatera Utara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sumut Targetkan 6.000 Sertifikat Tanah Wakaf Tahun Ini
Sumut menandatangani MoU percepatan sertifikasi tanah wakaf (27/8) untuk menambah 6.000 sertifikat dari 14.6...
Pemprov Sumut Raih Anugerah Percepatan Layanan di Detik Awards 2026
Pemprov Sumut meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji kategori percepatan layanan dasar di Detik...
1.228 Desa di Sumut Masih Tertinggal, Pemprov Undang 27 Daerah
Sebanyak 1.228 desa di Sumut masih berstatus Tertinggal dan Sangat Tertinggal; Pemprov undang 27 daerah untu...
Hibah Rp280 Juta ke GM PSBD Dipertanyakan Pemkab Asahan
Penyaluran hibah Rp280 juta ke GM PSBD di Asahan dipertanyakan karena keberadaan organisasi dinilai tak jela...
Tiga Peristiwa di Sumut: Laporan Penipuan Rp1,2 M, Penangkapan Ganja, dan Demo Mahasiswa UDA
Tiga peristiwa di Sumut: laporan penipuan Rp1,2 miliar oleh pejabat Deliserdang, penangkapan kakek penjual g...
PGRI Padanglawas Minta Tindak Lanjut Hasil Tes Baca Alquran Siswa
PGRI Padanglawas mendesak tindak lanjut hasil tes baca Alquran, praktik shalat, dan matematika siswa baru SM...