Wapres: Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Terkoordinasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming memastikan penanganan darurat setelah gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, berlangsung cepat dan terkoordinasi. Pemerintah menjanjikan upaya evakuasi, pendataan dampak, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Detik-detik gempa dan peringatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat di koordinat 8,33 LS dan 121,32 BT pada kedalaman 10 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT.
"Peringatan dini tsunami di NTT. Gempa Mag:7.7,"
Respons pemerintahan pusat
Wapres Gibran menyampaikan duka bagi masyarakat terdampak dan menegaskan kesiapan pemerintah pusat menanggulangi dampak gempa. Ia meminta semua pihak bergerak cepat untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak. Khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana,"
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan sejak pagi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan komunikasi intens dengan sejumlah pihak untuk memastikan respons awal terlaksana.
"Dari tadi pagi saya sudah berkoordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB dan gubernur NTT. Koordinasi untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,"
Siapa yang dikoordinasikan
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- BMKG
- Badan SAR Nasional (Basarnas)
- Gubernur NTT
Dampak awal dan harapan pemerintah
Pemerintah pusat menyatakan fokus pada pendataan kerusakan, evakuasi warga, dan penyaluran bantuan darurat. Menteri Prasetyo mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan keselamatan warga NTT dan berharap tidak ada korban jiwa akibat gempa ini.
"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat,"
Prospek penanganan dan langkah selanjutnya
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi resmi terkait kondisi lapangan. Mengingat Indonesia berada di ring of fire, pemerintah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi cepat ketika bencana terjadi.
Pemantauan kepastian keselamatan warga dan proses pemulihan akan menjadi prioritas dalam hari-hari mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...