PP Sumut Tanam 100.000 Pohon di Sergai, Dipantau Bulanan hingga Semesteran
Sergai, Sumatera Utara — Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Sumut menanam 100.000 pohon sebagai bagian dari peringatan HUT organisasi dan dukungan terhadap program Tobat Ekologis Nasional. Aksi bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dilaksanakan di Pantai Romantis, Serdang Bedagai, Selasa (27/10), dan akan dipantau secara berkala untuk memastikan keberlanjutan.
Penanaman dan skema pemantauan
Kegiatan penanaman tidak hanya bersifat seremonial, kata Ketua MPW PP Sumut Musa Rajekshah atau Ijeck. Bibit akan disebar ke seluruh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP kabupaten/kota se-Sumut dengan jumlah dan jenis yang disesuaikan lokasi.
Daerah pesisir mendapat bibit mangrove, kawasan pegunungan ditanami pohon keras, sementara permukiman warga ditanami pohon buah. Ijeck menyatakan ada mekanisme pelaporan dan pemantauan.
"Setelah ini ada laporan setiap bulan berapa yang sudah tertanam, dan kami pantau setiap semester atau enam bulan untuk pertumbuhan pohonnya," kata Ijeck.
Kegiatan pendukung: kesehatan dan bantuan
Selain penanaman, PP Sumut bekerja sama dengan Rumah Sakit Sawit Indah menggelar layanan kesehatan gratis dan pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Kegiatan medis itu menjangkau sekitar 250 warga yang hadir.
Warga yang hadir juga menerima paket sembako sebagai bagian dari program sosial penyelenggara. Ijeck menegaskan tujuan kegiatan harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kegiatan Pemuda Pancasila seperti arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Bapak Yapto Surya Soemarno harus bermanfaat pada masyarakat," ujar Ijeck.
Tanggapan kementerian dan konteks ideologis
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menyambut inisiatif penanaman 100.000 pohon. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan pesan Presiden untuk menjadikan Indonesia lebih asri, aman, sehat, resik, dan indah.
"Tidak ada satu orang pun, tidak ada satu organisasi pun, tidak ada satu negara pun yang tidak berkepentingan dengan masalah lingkungan hidup," ujar Jumhur.
Jumhur juga menilai gerakan ini bagian dari reorientasi pembangunan yang mendukung nilai-nilai Pancasila. Ia berharap PP akan menjadi salah satu garda depan yang mengamankan ideologi ekonomi yang dijalankan pemerintah.
Pesan tentang karhutla dan masa depan
Ijeck mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi pemberitaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyebut kebakaran semacam itu juga terjadi di negara lain dan sering dipengaruhi faktor cuaca ekstrem.
"Apapun itu, bukan berarti kita saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperbaiki," kata Ijeck.
Penanaman pohon ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk anak cucu. PP yang telah berusia 67 tahun menyatakan komitmen untuk menyelaraskan kegiatan wilayah dan nasional dengan program kementerian, serta menjaga keutuhan NKRI.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Banda Aceh Gelar Survei Akreditasi Puskesmas Kuta Raja
Dinas Kesehatan Banda Aceh menggelar survei akreditasi tiga hari di Puskesmas Kuta Raja untuk mempertahankan...
Sabang Prioritaskan Kesejahteraan dan Pariwisata dalam APBK 2027
Pemerintah Kota Sabang menetapkan prioritas APBK 2027: kesejahteraan warga, penguatan pariwisata, dan perbai...
Aceh Tenggara Deklarasi Damai Sambut Pilkades Serentak
Pemerintah Aceh Tenggara dan Forkopimda menggelar Deklarasi Damai untuk memastikan Pilkades Serentak berjala...
Banda Aceh Lepas Petugas Survei Bantuan Rumah Layak Huni
Wakil Wali Kota Banda Aceh melepas dan menyematkan rompi pada petugas survei bantuan rumah layak huni untuk...
Taput Salurkan Rp434,93 Juta PSSE 2026 kepada 87 KPM
Pemkab Tapanuli Utara salurkan Rp434,93 juta PSSE 2026 kepada 87 KPM untuk modal usaha di sembilan kecamatan...
FUI Sumut Desak Penyelesaian Kasus Nasabah BSI yang Dirugikan
FUI SU Amanar mendesak penyelesaian transparan kasus nasabah BSI LS; laporan sudah teregister di Polda Sumut...