Nasional

Pakar Apresiasi Penambahan Alutsista untuk Lindungi Ruang Udara

Bagikan:
Ilustrasi pesawat tempur dan radar sebagai simbol penambahan alutsista Indonesia

Profesor Angel Damayanti memuji penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi TNI AU sebagai langkah penting menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia dari intervensi asing. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 19 Mei 2026, menyusul pengiriman sejumlah pesawat dan sistem pendukung. Angel menilai penguatan pertahanan udara diperlukan karena ancaman tidak hanya datang dari darat dan laut, tetapi juga dari udara.

Respons pakar terhadap penguatan alutsista

Guru Besar Ilmu Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia itu menekankan urgensi penguatan sistem pertahanan udara. Angel mengatakan ancaman bisa berupa satelit asing yang memantau wilayah Indonesia atau pesawat asing yang melintas di ruang udara nasional. Ia memandang pembelian sebagai langkah realistis dan positif untuk mempertahankan kedaulatan.

"Menurut saya sih pembelian alutsista khususnya untuk TNI AU, ini sesuatu yang memang perlu dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Kita perlu menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia tentu saja,"

"Sebenarnya pembelian atau pesawat peningkatan alutsista khususnya di angkatan udara Indonesia ini sesuatu hal yang positif. Sesuatu hal yang baik,"

Proses pembelian dan keterlibatan ahli

Angel menjelaskan proses pembelian alutsista dari Prancis sudah berjalan sejak 2023. Saat itu, Menteri Pertahanan masih dijabat oleh Prabowo Subianto. Angel menyebut dirinya dilibatkan dalam peninjauan perjanjian yang dibahas antara pemerintah dan DPR.

"Saya waktu itu kebetulan ikut mereview perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan. Dirapat dengan pendapat DPR, sehingga saya melihat memang prosesnya ini sebenarnya sudah lama,"

Pernyataan Presiden tentang tujuan penguatan

Presiden menegaskan penguatan pertahanan bersifat berkelanjutan dan bertujuan menjaga stabilitas negara. Ia menekankan bahwa kekuatan pertahanan adalah syarat utama untuk kedaulatan dan perlindungan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.

"Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian. Kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,"

"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai 'deterrent'. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,"

Rincian alutsista yang diterima

Pengiriman alutsista terbaru mencakup berbagai platform udara dan sistem persenjataan. Rincian yang diumumkan menunjukkan fokus pada kemampuan multirole dan logistik udara.

  • 6 unit MRCA Rafale
  • 4 unit Falcon 8X
  • 1 unit Airbus A400M MRTT
  • 1 unit misil Meteor
  • 6 unit smart weapon "hammer"
  • 1 radar GCI GM403

Implikasi dan prospek ke depan

Penambahan itu diharapkan meningkatkan kemampuan deteksi, respons, dan proyektil pertahanan udara Indonesia. Pakar menilai langkah ini tidak bersifat ofensif, melainkan untuk memperkuat kemampuan penangkal. Ke depan, pengawasan penggunaan dan integrasi sistem akan menjadi fokus agar investasi pertahanan memberi manfaat optimal bagi stabilitas regional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait