Kemenekraf dan GBCI Dorong Green Building ke Generasi Muda
Kementerian Ekonomi Kreatif dan Green Building Council Indonesia (GBCI) bertemu pada Senin, 18 Mei 2026, di Jakarta untuk membahas kolaborasi memperkuat ekosistem green building, edukasi keberlanjutan, dan program berbasis komunitas yang menyasar generasi muda. Pertemuan ini bertujuan membuat konsep bangunan hijau lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas.
Pertemuan dan tujuan kolaborasi
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi GBCI di Kantor Kementerian Ekraf. Pembahasan berfokus pada upaya memperluas literasi keberlanjutan dan mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Irene menekankan pentingnya pendekatan yang dekat dengan masyarakat agar manfaatnya lebih terasa, seperti efisiensi energi, pengelolaan sampah, dan peningkatan kualitas lingkungan.
"Green building jangan hanya dipandang sebagai sertifikasi gedung besar saja. Kita ingin bagaimana konsep keberlanjutan ini bisa dipahami sampai ke tingkat masyarakat paling kecil," ujar Irene Umar.
Pendekatan edukasi yang kreatif dan membumi
Irene mengusulkan penggunaan media kreatif untuk merangkul khalayak luas. Bentuknya bisa berupa film, kegiatan publik, hingga kolaborasi dengan publik figur yang digemari anak muda.
"Kita ingin keberlanjutan menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami. Anak-anak muda sekarang punya perhatian besar terhadap isu lingkungan," tambahnya.
Dengan pendekatan kreatif, diharapkan praktik sederhana berkelanjutan dapat diterapkan di tingkat komunitas dan rumah tangga.
Peran GBCI dan ruang lingkup program
Ketua Umum GBCI, Ignesjz Kemalawarta, menjelaskan bahwa GBCI adalah organisasi independen nirlaba yang berdiri sejak 2009 dan menjadi bagian jaringan World Green Building Council. Organisasi ini fokus pada penerapan prinsip hijau di gedung, kawasan, dan industri.
"Fokus kami adalah bagaimana gedung, kawasan, dan industri bisa menerapkan prinsip hijau sesuai kaidah keberlanjutan. Karena itu kami menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Ekraf untuk memperluas edukasi dan sosialisasi sustainability kepada masyarakat," kata Ignesjz.
GBCI menawarkan keahlian teknis dan jaringan internasional untuk mendukung program edukasi yang ditujukan pada komunitas dan generasi muda.
Dampak terhadap ekonomi kreatif dan langkah selanjutnya
Inisiatif ini sejajar dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth. Pendekatan yang menggabungkan kreativitas dan keberlanjutan berpotensi membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri kreatif.
Kementerian Ekraf membuka peluang sinergi untuk mengembangkan program komunitas, materi edukasi, dan kampanye sosial yang membantu masyarakat memahami praktik bangunan hijau secara praktis.
Ke depan, rencana kolaborasi akan difokuskan pada pilot program edukasi di tingkat komunitas dan kampanye digital yang menyasar pelajar dan mahasiswa, sebagai upaya menjadikan prinsip green building bagian dari budaya sehari-hari.
Berita Terkait
Chatib Basri Wanti-wanti Risiko Pelemahan Rupiah
DEN mengingatkan risiko pelemahan rupiah yang bisa picu kenaikan harga; rekomendasi efisiensi anggaran, peni...
Luhut Laporkan Survei 800 Titik Program MBG ke Presiden
Ketua DEN Luhut melaporkan hasil survei pada 800 titik program MBG kepada Presiden Prabowo, didampingi tiga...
Menimipas Dukung WCCE 2026 dan Pembinaan Kreatif Warga Binaan
Menimipas Agus Andrianto menyatakan dukungan untuk WCCE 2026 dan penguatan pembinaan kreatif warga binaan le...
Bulog Usul Beras Kita Premium, Target Harga Rp14.900/kg
Bulog usulkan program Beras Kita Premium dengan target harga Rp14.900/kg untuk meredam kenaikan harga beras...
KOWANI Dorong Perempuan Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan
KOWANI mendorong perempuan jadi pelopor pelestarian lingkungan lewat pendidikan keluarga, kolaborasi lintas...
RRI Optimalkan Siaran Piala Dunia 2026 untuk Semua Masyarakat
RRI siapkan program pra, saat, dan pasca Piala Dunia 2026 serta kolaborasi dengan TVRI untuk menjangkau daer...