PKP Siapkan 3.053 Unit BSPS untuk Pekerja Seni
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan 3.053 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) khusus untuk pekerja seni. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan untuk mendukung penyediaan hunian layak bagi pelaku seni yang membutuhkan.
Kuota bantuan dan proses verifikasi
Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan kementeriannya telah menerima usulan calon penerima dari Kementerian Kebudayaan. Pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan sebelum penyaluran bantuan dimulai.
"Kami menyiapkan kuota BSPS untuk pekerja seni sebanyak 3.053 unit. Kami juga sudah menerima usulan nama-nama calon penerima bantuan dari Kementerian Kebudayaan,"
Maruarar mengatakan proses verifikasi ditargetkan selesai pada 2 Juni 2026. Pemerintah berharap verifikasi memastikan bantuan tersalur kepada penerima yang tepat dan memenuhi syarat program.
"Kami targetkan proses verifikasi selesai pada 2 Juni 2026. Semoga usulan dari Kementerian Kebudayaan ini sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam program BSPS,"
Fokus pada nilai budaya dan kearifan lokal
Menteri PKP menegaskan pembangunan perumahan harus tetap mempertimbangkan nilai budaya dan kearifan lokal. Oleh karena itu, pekerja seni mendapat perhatian khusus agar hunian layak juga mendukung pelestarian budaya.
"Para pekerja seni adalah bagian penting dari penjaga budaya bangsa. Karena itu, kita ingin program BSPS juga bisa menyentuh para pekerja seni yang membutuhkan rumah layak,"
Revitalisasi rumah adat terpisah dari skema BSPS
Selain bantuan BSPS untuk pekerja seni, pemerintah membahas revitalisasi rumah adat di berbagai daerah. Menurut Maruarar, pola kepemilikan rumah adat berbeda sehingga tidak dapat ditangani dengan skema BSPS yang ada saat ini.
"Kita ingin rumah adat tetap berdiri, tetap hidup, dan menjadi simbol budaya bangsa Indonesia,"
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan terhadap inisiatif revitalisasi tersebut. Ia memperkirakan ada sekitar 3.500 rumah adat yang membutuhkan penanganan.
"Kami berharap program revitalisasi ini benar-benar bisa dijalankan karena masih banyak rumah adat yang perlu ditangani. Berdasarkan data kami, ada sekitar 3.500 rumah adat yang perlu direvitalisasi,"
Sinergi antar-kementerian dan dampak
Kolaborasi antara Kementerian PKP dan Kementerian Kebudayaan bertujuan memperkuat sinergi dalam pembangunan nasional. Pendekatan ini menggabungkan aspek infrastruktur, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan target verifikasi yang jelas dan pembagian peran antar-kementerian, diharapkan penyaluran BSPS bagi pekerja seni dan program revitalisasi rumah adat berjalan lebih terarah. Langkah berikutnya adalah memastikan mekanisme pelaksanaan sesuai aturan dan kebutuhan budaya setempat.
Berita Terkait
Dasco Tinjau Ruang Paripurna Jelang Penyampaian KEM dan PPKF
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco meninjau ruang paripurna menjelang penyampaian KEM dan PPKF oleh Presiden pada 2...
WNI Ditahan dalam Misi Gaza, Rieke: Langgar Konvensi Jenewa
Rieke menilai penahanan lima WNI dalam misi kemanusiaan Gaza oleh militer Israel melanggar Konvensi Jenewa;...
Dewan Pers Soroti Hilangnya Kontak Empat Jurnalis Indonesia di Gaza
Dewan Pers dan DPR mendesak langkah diplomasi setelah hilangnya kontak empat jurnalis Indonesia di Gaza, men...
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Anak, IDAI: Dampak Utama
IDAI peringatkan perubahan iklim dan El Niño ekstrem mengancam anak Indonesia lewat krisis air, sanitasi ter...
Situasi Kondusif Jelang Rapat Paripurna DPR Dihadiri Prabowo
Kawasan DPR kondusif menjelang rapat paripurna 20 Mei 2026 yang akan dihadiri Presiden Prabowo dan memaparka...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR, Bahas Kerangka Ekonomi
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di rapat paripurna DPR pada 20 Mei 2026 untuk menyampaikan kerangka ekono...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!