Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Anak, IDAI: Dampak Utama
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)El Niño ekstrem, mengancam kesehatan anak-anak di Indonesia melalui krisis air, gangguan sanitasi, kegagalan panen, dan kenaikan harga pangan.
Dampak pada air dan sanitasi
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, Dr Darmawan Budi Setyanto, menjelaskan kemarau panjang menurunkan debit sungai dan cadangan air tanah. Penurunan ini meningkatkan risiko kontaminasi sumber air dan memicu gangguan sanitasi.
“Sanitasi akan menurun sehingga meningkatkan kasus diare akibat virus maupun bakteri coli dan cholera. Krisis air bersih selama kemarau panjang memperbesar risiko gangguan kesehatan pada anak dan masyarakat,” — Dr Darmawan Budi Setyanto
Penurunan akses air bersih berpotensi meningkatkan kejadian penyakit bawaan air, terutama pada balita dan anak usia sekolah yang sistem imunnya belum matang.
Ancaman ketahanan pangan dan gizi
IDAI menilai kekeringan berkepanjangan mendorong gagal panen dan menurunkan stok pangan nasional. Akibatnya, harga bahan makanan naik dan akses keluarga terhadap makanan bergizi semakin terbatas.
“Ketika harga pangan naik dan akses makanan bergizi menurun. Maka banyak anak-anak akan kekurangan makan sehingga meningkatkan risiko malnutrisi dan stunting,” — Dr Darmawan Budi Setyanto
Organisasi ini juga menyebut program makan bergizi di sekolah belum cukup menutup kebutuhan gizi saat krisis berkepanjangan. Kenaikan harga dan keterbatasan pasokan membuat intervensi sekolah tidak memadai untuk mencegah malnutrisi berat.
Kelompok anak paling rentan
IDAI menegaskan anak dari bayi baru lahir sampai remaja termasuk populasi paling rentan karena sistem imun mereka belum matang sepenuhnya. Kerentanan ini berlaku lintas kelompok usia anak dan memperbesar dampak penyakit infeksi serta gangguan pertumbuhan.
Upaya dan implikasi kebijakan
Peringatan IDAI menyoroti kebutuhan langkah mitigasi dan adaptasi: perlindungan sumber air, peningkatan sanitasi lingkungan, dukungan terhadap ketahanan pangan lokal, serta perluasan program gizi yang menjangkau keluarga terdampak. Tanpa kebijakan terpadu, risiko peningkatan kasus diare, malnutrisi, dan stunting pada anak bisa meluas.
Kesimpulan: Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan; dampaknya langsung mengenai kesehatan anak. IDAI menyerukan respons cepat dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melindungi anak-anak dari krisis air, sanitasi, dan pangan yang semakin mungkin terjadi.
Berita Terkait
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR, Bahas Kerangka Ekonomi
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di rapat paripurna DPR pada 20 Mei 2026 untuk menyampaikan kerangka ekono...
6 Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya
Enam amalan sunnah di awal Dzulhijjah—dzikir, puasa, haji, kurban, baca Al-Qur'an, dan sedekah—dianjurkan un...
DPR Desak Pengawasan Ketat dan Digitalisasi Distribusi BBM Subsidi
Komisi XII DPR mendorong pengawasan ketat dan digitalisasi distribusi BBM subsidi agar subsidi tepat sasaran...
Dewan Pers Minta Pemerintah Selamatkan Jurnalis Indonesia di Gaza
Dewan Pers minta pemerintah segera lakukan diplomasi menyelamatkan empat jurnalis Indonesia yang hilang kont...
Komisi I DPR Kecam Penangkapan Jurnalis WNI, Minta Diplomasi Tegas
Wakil Ketua Komisi I Sukamta kecam penangkapan jurnalis WNI pada misi Global Sumud Flotilla dan minta pemeri...
Fadli Zon Targetkan 1.750 Cagar Budaya hingga 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan penetapan 1.750 cagar budaya nasional hingga akhir 2026 dengan renc...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!