6 Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya
Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir penanggalan Hijriah yang penuh keutamaan. Pada sepuluh hari pertama, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti dzikir, puasa sunnah, haji, kurban, membaca Al-Qur'an, dan sedekah untuk meraih pahala berlipat.
Sepuluh Hari Pertama: Momentum Utama
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebut waktu terbaik untuk meningkatkan amalan saleh. Pada periode ini, pahala kebaikan diyakini lebih besar, sehingga umat Muslim disarankan menjauhi maksiat dan fokus memperbanyak ibadah.
Enam Amalan Sunnah yang Dianjurkan
Berikut amalan sederhana namun berdampak besar yang dianjurkan pada awal Dzulhijjah:
- Memperbanyak dzikir — termasuk takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil setelah salat atau saat beraktivitas, sebagai bentuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT.
- Berpuasa sunnah — puasa pada tanggal 1–9 Dzulhijjah, khususnya Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak sedang haji.
- Ibadah haji — bagi yang mampu, haji merupakan rukun Islam dan amalan puncak pada Dzulhijjah, dengan puncak kegiatan berlangsung 8–13 Dzulhijjah di Tanah Suci Makkah.
- Kurban — pelaksanaan qurban pada Idul Adha dan hari-hari tasyrik; meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta memberi manfaat sosial.
- Membaca Al-Qur'an — setiap huruf yang dibaca dengan ikhlas membawa pahala dan menambah ketenangan hati serta kedekatan kepada Allah SWT.
- Sedekah — berbagi makanan, kebutuhan pokok, atau bantuan lain kepada yang membutuhkan sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial.
Rincian Beberapa Amalan
Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah disebut memiliki keutamaan besar dan digolongkan sebagai puasa yang sangat dianjurkan. Sedangkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji memiliki keutamaan yang signifikan; diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun bagi pelakunya.
Pelaksanaan haji menjadi puncak ibadah di bulan ini, sehingga Dzulhijjah dianggap waktu paling istimewa. Sementara kurban tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memperkuat tali sosial lewat pembagian daging kepada warga yang membutuhkan.
Manfaat dan Implikasi
Melaksanakan amalan-amalan tersebut dengan niat ikhlas membuka peluang meraih pahala berlipat. Selain manfaat spiritual, praktik seperti sedekah dan kurban mempererat solidaritas sosial dan membantu kelompok rentan.
Dengan memanfaatkan momentum awal Dzulhijjah, setiap Muslim berkesempatan meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak kebaikan untuk mendapatkan berkah dan pahala yang lebih besar.
Berita Terkait
Situasi Kondusif Jelang Rapat Paripurna DPR Dihadiri Prabowo
Kawasan DPR kondusif menjelang rapat paripurna 20 Mei 2026 yang akan dihadiri Presiden Prabowo dan memaparka...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR, Bahas Kerangka Ekonomi
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di rapat paripurna DPR pada 20 Mei 2026 untuk menyampaikan kerangka ekono...
DPR Desak Pengawasan Ketat dan Digitalisasi Distribusi BBM Subsidi
Komisi XII DPR mendorong pengawasan ketat dan digitalisasi distribusi BBM subsidi agar subsidi tepat sasaran...
Dewan Pers Minta Pemerintah Selamatkan Jurnalis Indonesia di Gaza
Dewan Pers minta pemerintah segera lakukan diplomasi menyelamatkan empat jurnalis Indonesia yang hilang kont...
Komisi I DPR Kecam Penangkapan Jurnalis WNI, Minta Diplomasi Tegas
Wakil Ketua Komisi I Sukamta kecam penangkapan jurnalis WNI pada misi Global Sumud Flotilla dan minta pemeri...
Fadli Zon Targetkan 1.750 Cagar Budaya hingga 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan penetapan 1.750 cagar budaya nasional hingga akhir 2026 dengan renc...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!