Pascagempa NTT: Pemulihan Layanan Kesehatan Fokus Rehabilitasi
Pemulihan layanan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur berlanjut hingga 18 Agustus 2026. Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur masih membutuhkan dukungan medis dan logistik untuk membantu pengungsi dan korban.
Situasi layanan kesehatan di Sikka
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, melaporkan 27 puskesmas terdampak. Meski demikian jumlah pasien mulai menurun sehingga fokus beralih pada rehabilitasi fasilitas dan pelayanan.
"Ada 27 puskesmas yang terdampak gempa, tapi dua hari terakhir ini pasiennya semakin berkurang. Sekarang kita hanya fokus rehabilitasi, karena bantuan tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan juga berdatangan,"
Di Sikka terdapat enam titik pengungsian dengan satu posko induk yang menampung sekitar 1.200 orang. Pemerintah daerah mengerahkan ambulans dan puskesmas keliling untuk mendukung pelayanan di lokasi pengungsian.
Korban dan kebutuhan medis
Petrus menyebut gempa menyebabkan empat orang meninggal di Kabupaten Sikka. Dua korban ditemukan di area pelabuhan, satu tertimpa reruntuhan rumah, dan satu ditemukan nelayan di laut.
"Korban meninggal ada empat orang, dua korban meninggal di pelabuhan saat mau naik kapal. Satunya di reruntuhan rumahnya, kemudian yang satunya ditemukan nelayan yang melaut saat gempa terjadi,"
Seluruh puskesmas dilaporkan tetap beroperasi, namun pelayanan sementara dilakukan di luar gedung menggunakan tenda darurat karena pasien dan keluarga masih mengalami trauma akibat gempa susulan.
Kekurangan tenaga dan fasilitas
Pemerintah daerah menyatakan kebutuhan tenaga dan fasilitas sebagai berikut:
- Tenaga medis: 10 dokter umum, 5 apoteker, dan 20 perawat
- Ambulans perairan untuk evakuasi antarpulau
- Suplai obat-obatan dasar, logistik farmasi, dan bahan pokok
Petrus menekankan bahwa kecepatan rujukan pasien menjadi faktor penting dalam penanganan korban gempa.
Kondisi di Manggarai Timur
Kepala Divisi Pelayanan Markas PMI Provinsi NTT, Adrian Jeharun, melaporkan dua kecamatan di Manggarai Timur paling terdampak: Kecamatan Kota Komba Utara dan Kecamatan Sambi Rampas. Kebutuhan darurat meliputi tenda pengungsian, makanan, dan penerangan.
Adrian juga menyebutkan prioritas bantuan untuk kelompok rentan. Mereka yang paling membutuhkan adalah ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Sumber daya seperti genset dan bantuan khusus bagi kelompok rentan masih terbatas.
Respons dan prospek ke depan
Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan disebut memastikan ketersediaan obat-obatan dasar dan aliran bantuan logistik mulai berdatangan ke Kabupaten Sikka. Namun, kebutuhan tenaga kesehatan dan fasilitas evakuasi perairan harus segera dipenuhi untuk mempercepat pemulihan.
Upaya rehabilitasi fasilitas kesehatan dan distribusi bantuan akan menentukan kecepatan pemulihan layanan di daerah terdampak dalam beberapa hari ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...
APP Group Dorong Transfer Pengetahuan Antar Generasi Pekerja
APP Group mendorong transfer pengetahuan dari karyawan senior ke generasi muda melalui Long Service Award 20...
Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
Kemenperin mendorong IKM fesyen gunakan Design Canvas & Maker untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan kons...
Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas sebut penyelaman di kecelakaan KM Virgo berisiko tinggi: visibilitas rendah, debris, kontaminasi, d...
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...